Gagrak Semarangan Jadi Seragam Wajib ASN Pemkab Semarang

  • Bagikan

UNGARAN, RAKYATJATENG – Bertepatan dengan Hari Jadi ke 500, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang Jawa Tengah menetapkan Gagrak Semarangan sebagai pakaian wajib bagi para ASN (Aparatur Sipil Negara). Kebijakan tersebut bentuk kebanggaan atas kekayaan budaya daerah.

Sebelumnya pakaian Gagrak Semarang telah ditetapkan sebagai pakaian khas daerah melalui Peraturan Bupati (Perbup) Semarang.

“Untuk tahap awal, Gagrak Semarangan ini paling tidak sudah diwajibkan bagi para pejabat eselon di lingkungan Pemkab Semarang terlebih dahulu. Selanjutnya dipakai serentak para ASN Pemkab Semarang pada Kamis pekan pertama ini. Wajib,” ujar Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.

Menurut Ngesti, kebijakan ini sebagai bentuk kebanggaan. Sekaligus sebuah penghargaan kepada warisan kekayaan budaya daerah asli Kabupaten Semarang.

Setelan pakaian khas daerah Gagrak Semarangan terdiri atas iket (ikat kepala), baju beskap warna hitam gelap serta jarik (kain batik) motif Lumintu, dengan corak khas Candi Gedongsongo, bunga kopi, naga Baruklinting serta daun Semanggi.

Sedangkan alas kakinya, tidak memakai selop seperti umumnya setelan pakaian adat khas Jawa, namun hanya sandal bandhol atau semacam sandal jepit dengan ciri ikatan simpul jepit yang khas.

Sementara batik Lumintu adalah corak batik asli Kabupaten Semarang.

Seluruh Rapat Wajib Gunakan Produk Lokal

Memulihkan ekonomi warga di tengah pandemi, Pemkab Semarang bakal menampung seluruh produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Bupati juga mengeluarkan kebijakan bagi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk menggunakan produk lokal.

“Setiap rapat OPD atau Forkompinda sampai tingkat desa harus menggunakan produk lokal. Seperti makanan dan minumannya. Jika diperlukan cinderamata ya kita ambil dari UMKM,” ungkap Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

  • Bagikan