Kisah Pasutri Asal Solo Merawat Buah Hati yang Idap Anencephaly

Maret 14, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Pasangan suami istri Syarifudin Hidayatullah, 31, dan Ayu Endang Pujianti, 29, harus bersabar menerima ujian hidup. Anak keduanya yang lahir dua pekan lalu didiagnosa mengidap anencephaly atau lahir tanpa beberapa bagian otak dan tulang tengkorak. Seperti apa kondisinya?

SILVESTER K – MANNISA ELFIRA, Radar Solo

SUASANA kediaman Syarifudin dan Ayu Endang tampak sepi meski mereka tinggal di permukiman padat penduduk Kampung Sidorejo RT 01 RW 01, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Begitu masuk ke dalam rumah, Syarifudin dan istrinya dengan telaten merawat sang anak, Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah yang lahir pada 22 Februari lalu. Baru sepekan ini Arkan dirawat di rumah mereka yang sederhana. Sebelumnya selama sepekan, dia menjalani perawatan di rumah sakit.

Miris memang melihat bayi yang baru berusia dua pekan harus bertahan hidup dengan berbagai alat penopang hidup. Namun, Syarifudin dan Ayu sadar bahwa putra kedua mereka memang berbeda dengan bayi-bayi pada umumnya.

“Memang harus hati-hati dalam merawat. Anak kami ini lahir tanpa tempurung kepala. Istilah dokter anencephaly. Jadi kami harus seminimal mungkin memindahkan posisinya agar bagian kepala anak kami ini tetap aman,” jelas Ayu.

Bagian kepala yang terbuka itu kini dibalut dengan kain kasa dan wajib diganti secara hati-hati secara berkala. Beruntung, mereka masih mendapatkan bantuan dari rumah sakit terkait dan puskesmas terdekat. Secara berkala petugas medis datang mengontrol perkembangan Arkan.

“Memang benar kata orang kalau otak itu berkembang. Waktu lahir ukurannya masih kecil. Sekarang sudah berkembang lebih besar. Jadi harus sangat hati-hati karena kain yang lembut sekalipun bisa mencederai anak saya. Untung masih banyak yang membantu untuk merawat anak saya ini,” timpal Syarifudin.

Komentar

VIDEO TERKINI