Jateng Terbebas dari Zona Merah, Ganjar: Jangan Lengah

Maret 9, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Berbagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di Jateng membuahkan hasil yang sangat melegakan. Dalam empat pekan terakhir, Jateng terbebas dari zona merah karena tidak ada satu pun kabupaten/kota di provinsi ini yang masuk kategori risiko tinggi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi kinerja jajarannya dalam penanganan pandemi ini. Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, tren kasus Covid-19 di Jateng terus membaik.

“Secara kondisi, bagus ya. Tapi saya minta jangan lengah. Sebab saya masih berkeliling dan menemukan ada beberapa tempat kerumunan, seperti car free day (CFD) dan sebagainya,” kata Ganjar usai memimpin rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (8/3/2021).

Ganjar mengingatkan kabupaten/kota agar tidak boleh lengah dan tetap melakukan pengetatan. Jika memang diizinkan, maka kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian seperti CFD, harus dibatasi dengan cara diberi jarak.

“Jangan lengah, karena ini (pandemi) belum selesai,” tegasnya.

Termasuk, imbuh Ganjar, tetap menggenjot upaya tracing dan testing. “Jangan kendor, testing dan tracing harus digenjot dan makin banyak lagi, karena rata-rata fasilitas semua daerah sudah punya. Tinggal nanti kalau butuh reagen, kami siap bantu,” terangnya.

Di sisi lain, Ganjar juga menunjukkan data epidemiologis, di mana grafik di Jateng terus menurun. Berdasarkan grafik tersebut, puncak kasus meninggal terjadi pada November 2020.

“Kalau kasus aktif puncaknya di awal-awal Desember. Setelah itu, terus turun sangat drastis sampai saat ini,” katanya.

Data terakhir, kasus aktif di Jawa Tengah saat ini sebanyak 6.038 atau turun 10,49 persen dari pekan sebelumnya. Kasus dirawat ada 3.440 dan isolasi sebanyak 2.598 orang, turun 15,97 persen dari pekan sebelumnya.

Komentar

VIDEO TERKINI