Semangat Leani Ratri, Atlet Para Badminton Peringkat Satu Dunia

Maret 8, 2021

RAKYATJATENG – Musibah kecelakaan pada 2011 tak bakal dilupakan Leani Ratri Oktila. Kejadian tersebut berdampak cukup besar pada fisiknya. Namun, dia tak larut dalam kesedihan. Segera bangkit menargetkan juara pada Paralympic Games (Paralimpiade) 2021 di Tokyo, Jepang.

Bagaimana kronologi kecelakaan sepuluh tahun lalu?

Pas bawa motor, menabrak mobil. Saya patah tulang kaki dan tangan. Sekarang selisih kaki kanan dan kiri saya 11 sentimeter. Pada 2011, selisihnya hanya 1,5 sentimeter. Tapi karena tidak dioperasi dan hanya ke pengobatan alternatif, ternyata perkembangan tulangnya tidak seimbang. Makanya saya ikut klasifikasi disabilitas ringan di kelas lower 4.

Apakah sempat down?

Nggak. Bersyukur anggota tubuh masih utuh. Keluarga juga memberi motivasi, dan saya tidak kecil hati.

Persiapan menuju Paralimpiade Tokyo sudah sejauh mana?

Sudah sangat maksimal. Kami persiapan sejak 2019. Seharusnya tanding di 2020, tapi diundur. Walau ditunda, tidak menurunkan motivasi kami di Pelatnas Solo.

Sebelum ke Tokyo pada 24 Agustus-5 September 2021, ada event lain yang bakal diikuti?

Rencana akhir bulan ke Dubai, 25 Maret-1 April, ada single event disana.

Di Paralimpiade ikut berapa nomor?

Saya turun di tiga nomor. Single, mix double (SL 3-SU 5) duet dengan Hery Susanto, dan double putri (SL3- SU 5) bersama Khalimatus Sadiyah.

Bisa jadi atlet NPC, alurnya seperti apa?

Setahun setelah kecelakaan, ada Peparnas digelar daerah saya di Riau (2012). Saya diajak teman masuk di NPC Riau. Mulai saat itu terjun di para badminton. Sebelumnya setahun nggak pernah main.

Tantangan jadi atlet para badminton?

Komentar

VIDEO TERKINI