Jateng di Rumah Saja: Satpol-PP Solo Tutup 17 Kios & 5 Resto, 3 Hajatan Dibubarkan

Februari 8, 2021

“Rata-rata para pedagang itu tidak memakai masker. Kalaupun memakai masker, memakainya tidak sempurna. Kami beri sanksi berupa penutupan lokasi usaha selama tujuh hari. Totalnya ada 17 kios yang ditutup, berada di 14 pasar tradisional yang berbeda-beda,” kata dia.

Lainnya adalah ditemukan pelanggaran di sejumlah lokasi usaha, di mana sebelumnya sudah sempat mendapatkan surat peringatan (SP) 1 dan 2. Jenis pelanggarannya pun masih sama, seperti kerumunan dan menyelenggarakan hiburan live music. Satpol PP pun memberikan tindakan tegas pada masing-masing pengelola.

“Sebanyak lima usaha kuliner kami tutup selama tiga hari. Senin (8/2) ini, pengelola kami proses sesuai pelanggaran yang dilakukan,” beber Arif.

Kemudian soal pelaksanaan hajatan nikah, sedikitnya ada tiga hajatan yang terpaksa dihentikan petugas karena melanggar aturan. Ketiganya itu dilakukan pada Minggu (7/2) kemarin. “Sabtu lalu tidak ada penertiban hajatan, tiga hajatan yang kami tertibkan kami lakukan pada Minggu (7/2) kemarin,” kata dia.

Di sisi lain, gerakan Jateng Di Rumah Saja memang telah selesai. Meski demikian, bukan berarti masyarakat bisa bebas dalam berkegiatan karena masa perpenjangan PPKM hingga 8 Februari masih diberlakukan.

Jikalau tidak ada perpanjangan, aturan main yang berlaku masih merujuk pada regulasi sebelumnya, di mana kerumunan dan aktivitas di luar rumah masih akan tetap dibatasi dan diawasi oleh pemerintah. Oleh sebab itu, satpol PP mengajak masyarakat agar patuh aturan.

“Selama dua hari di rumah pelanggaran paling banyak ditemukan pada hari kedua penerapan pada Minggu (7/2). Pengawasan di Solo masih akan ketat karena PPKM masih berlaku hingga 8 Februari. Kami harap masyarakat masih bisa mematuhi aturan yang sudah ditentukan. Jika masih saja melanggar akan kami tindak sesuai mekanisme yang berlaku,” tutup Arif. (rs/ves/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI