Jateng di Rumah Saja: Satpol-PP Solo Tutup 17 Kios & 5 Resto, 3 Hajatan Dibubarkan

Februari 8, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Satpol PP Kota Surakarta mencatat 70an pelanggaran saat pelaksanaan Gerakan Jateng Di Rumah Saja pada Sabtu-Minggu (6-7/2).

Dari puluhan pelanggaran itu, kategori perseorangan dengan sanksi sosial menjadi urutan tertinggi. Kemudian disusul penutupan 17 kios pasar tradisional dan sisanya penutupan lokasi usaha dan pemberhentian hajatan nikah.

Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan mengatakan, persentase kepatuhan dan ketidakpatuhan masyarakat selama pelaksanaan gerakan Jateng di Rumah Saja setara dengan 60:40 persen. Meski lebih banyak masyarakat yang sudah patuh, pihaknya masih saja mencatat 70-an pelanggaran yang dilakukan pada 6-7 Februari kemarin.

“Situasi kota pada Sabtu (6/2) cenderung lebih patuh, masyarakat masih lebih banyak yang berdiam diri di rumah daripada mereka yang keluar. Mungkin karena Sabtu lalu itu tidak ada hal yang cukup mencuri perhatian. Masyarakat mulai berkegiatan pada Minggu (7/2). Mungkin karena mereka menduga tidak banyak penertiban dilakukan pada Sabtu-nya,” kata dia.

Pada Sabtu lalu, sejumlah agenda besar seperti senam masal hingga kontes ikan hias dihentikan karena melanggar aturan. Kemudian pada Minggu kemarin, satpol PP mulai siaga sejak pagi. Hasilnya, sejumlah masyarakat terjaring karena tak patuh melaksanakan protokol kesehatan, seperti abai dalam menjaga jarak dan tidak mengenakan masker dengan benar.

“Pelanggaran perseorangan paling mendominasi, langsung kami beri sanksi sosial (bersih-bersih) di sekitar lokasi tempat mereka terjaring (sekitar pasar, taman atau area publik lainnya). Mayoritas pelanggar perseorangan ini berasal dari luar kota. Mungkin karena mereka menduga Solo tidak melakukan pengawasan sehingga mereka banyak beraktivitas di Kota Solo,” papar Arif.

Catatan pelanggaran terbanyak lainnya adalah penutupan 17 kios dari 14 pasar tradisional yang ada di Kota Bengawan. Sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 067/258 tentang Peningkatan Disiplin dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Surakarta dalam Rangka Gerakan Jateng di Rumah Saja, telah diatur, pedagang pasar tradisional yang melanggar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan mendapat sanksi tanpa didahului peringatan.

Komentar

VIDEO TERKINI