4 Orang Tewas karena Bencana Banjir dan Longsor Semarang

Februari 7, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Semarang menelan korban jiwa, Sabtu (6/2/2021) kemarin. Dua orang tewas akibat tanah longsor, dua lainnya tewas tersengat aliran listrik.

Dua orang yang meninggal akibat tanah longsor adalah Maimunah, 63, dan Dermadito, 18, keduanya warga Jomblangsari RT 003 RW 001 Kelurahan Jomblang. Maimunah mengalami kritis dan dibawa Ambulans Hebat ke RSUP dr Kariadi Semarang dan meninggal dalam perawatan.

Peristiwa bencana tanah longsor di wilayah ini terjadi sejak Sabtu (6/2/2021) sekitar pukul 05.30.

“Yang umur 18 tahun ini, tubuhnya tertimbun material longsor. Sempat dilakukan pencarian. Saat ditemukan, sudah tidak bernyawa. Kalau yang Mbah Maimunah ini mungkin karena kaget juga, akhirnya meninggal,” ungkap Ketua KSB Jomblang Kecamatan Candisari Nur Aziz, Sabtu (6/2/2021) kemarin, dikutip dari Jawa Pos Radar Semarang.

Kejadian longsor tersebut adalah tebing yang berada di perengan atas rumah korban. Longsornya setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas yang tinggi.

Informasi yang diperoleh, setidaknya empat rumah yang tertimpa longsor. Yakni rumah Sugito, 53, Warno, 57, Salimi, dan korban Maemunah. Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Candisari, Iptu Supriyanto mengatakan, sebelum korban Dermadito merupakan anak pemilik rumah Sugito. Pada saat kejadian, keluarga tersebut sedang berada di dalam rumahnya.

“Keluarga sudah mengingatkan, supaya jangan di bagian kebelakang (rumah). Enggak tahu, mungkin mengambil sesuatu di belakang, tiba-tiba ada longsor,” bebernya.

Pihaknya mengatakan, rumah tersebut berada di tepi tebing. Awalnya, tebing yang longsor menimpa rumah Maimunah. Namun karena material longsor banyak, akhirnya rumah yang di bawahnya juga terdampak.

Komentar

VIDEO TERKINI