Kapolda Dukung “Jateng di Rumah Saja”, Masyarakat Diminta Tidak Borong Makanan Berlebihan

Februari 4, 2021
Belum ada gambar

Menurut Edi yang juga Anggota Komisi IX DPR RI, perilaku masyarakat saat ini masih abai terhadap protokol kesehatan dan masih banyak masyarakat yang keluar rumah untuk kegiatan yang tidak perlu atau prioritas.

“Kalau keluar rumah untuk kerja atau kepentingan yang prioritas, itu wajar, tapi kalau keluar sekadar ‘nongkrong’, ‘ngobrol’, ‘ngopi’ atau wisata saya rasa bisa ditunda dulu agar kurva peningkatan COVID-19 bisa ditekan,” katanya.

Dukungan Gerakan Jateng di Rumah Saja juga mendapat dukungan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang.

“Saya sangat setuju karena angka kesakitannya tinggi. Dan salah satu cara untuk memutus mata rantai itu adalah dengan mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah,” kata Ketua IDI Cabang Kota Semarang Elang Sumambar.

Ia berharap masyarakat Jateng mendukung gerakan tersebut dan dengan sadar melaksanakannya karena selain untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 juga sebagai bentuk membantu tenaga kesehatan melawan pandemi.

“Banyak teman-teman sejawat kami yang gugur selama menghadapi pandemi ini, masyarakat juga sudah banyak yang meninggal. Artinya, kenapa sih dua hari saja kita tidak coba ke sana, untuk ‘silent’ dan membantu para tenaga kesehatan sekaligus memberikan penghormatan,” ujarnya.

Seperti diwartakan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak seluruh masyarakat Jateng untuk tetap di rumah selama dua hari dan melalui Gerakan Jateng di Rumah Saja diharapkan dapat mengurangi kerumunan serta angka positif COVID-19.

Gerakan Jateng di Rumah Saja itu bakal dilaksanakan digelar pada 6-7 Februari 2021 melalui Surat Edaran Nomor 443.5/0001933 tentang peningkatan kedisiplinan dan pengetatan protokol kesehatan pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap II di Jawa Tengah itu.

Komentar

VIDEO TERKINI