Ratusan Warga Merapi Tinggalkan Pengungsian Banyurojo

Februari 1, 2021

MAGELANG, RAKYATJATENG – Sebanyak 265 warga lereng Gunung Merapi Dusun Babadan I Desa Paten meninggalkan tempat pengungsian di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, untuk pulang ke rumah masing-masing karena wilayah tersebut dirasa cukup aman dari bahaya Gunung Merapi.

Koordinator Pengungsi Babadan 1 Sudasri mengatakan meskipun pulang dari pengungsian masyarakat tetap diminta waspada seandainya ada aba-aba bahaya Merapi.

“Kami harus segera turun tidak usah menunggu instruksi dari BPBD ketika melihat Merapi bahaya, kami harus segera turun ke Banyurojo,” katanya di Magelang, Senin (1/2/2021).

Menurut dia yang masih dikhawatirkan warga yaitu apabila terjadi letusan eksplosif karena ada lontaran material, namun kalau efosif tidak terlalu bahaya.

“Kampung kami berada 5 kilometer dari puncak Merapi, sedangkan ancaman sekarang kalau eksplosif hanya radius 3 kilometer dari puncak sehingga kami merasa lebih aman dan kami menyatakan pulang sementara, seandainya ada apa-apa dengan Merapi kami harus menjauh dan ke Banyurojo lagi,” katanya.

Ia menyampaikan mulai mengungsi pada 6 November 2020 dan sempat pulang pada 15 Desember 2020 dan kembali ke Banyurojo lagi pada 5 Januari 2021 dan hari ini pulang. Nanti kalau ada peningkatan aktivitas Merapi masyarakat siap kembali lagi ke Banyurojo.

Kepala Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan Iksan Maksum menyampaikan untuk pemulangan kedua ini kemarin sudah dilakukan rapat antara Pemdes Banyurojo, Pemdes Paten, perwakilan pengungsi, dan disaksikan BPBD Kabupaten Magelang.

“Memang ada kesepakatan untuk pulang hari ini, karena ancaman dari Merapi juga arah bukan ke barat laut tetapi ke barat daya sehingga mereka menganggap lebih aman meskipun kepulangan tetap sementara,” katanya.

Komentar

VIDEO TERKINI