Vaksinasi Ratusan Nakes di Sragen dan Karanganyar Tertunda

Januari 30, 2021

SRAGEN, RAKYATJATENG – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sragen dan Karanganyar Jawa Tengah belum menerima vaksinasi Covid-19. Penyebabnya mulai dari kondisi kesehatan, faktor usia, hingga belum terdaftar dalam sumber daya manusia kesehatan (SDMK) Kementerian kesehatan.

Dari 4.980 nakes, yang sudah tervaksin baru 3.874 atau sekitar 77,8 persen. Selain yang batal dan tidak hadir, masih ada sekitar 343 nakes yang dijadwalkan mengikuti vaksinasi Sabtu (29/1). Sementara 359 nakes gagal mendapatkan vaksinasi dosis pertama dengan berbagai alasan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen dr Hargiyanto menjelaskan, 359 nakes masuk kategori eksklusi. Mereka batal divaksin karena berbagai kondisi. Di antaranya hamil, menyusui, memiliki comorbid, faktor usia, dan penyintas Covid-19.

Sejak pencanangan Senin lalu sampai Kamis (28/1), ada 204 nakes yang tidak hadir dalam vaksinasi.

”Nakes yang tidak hadir ini, mungkin disebabkan karena mereka pindah kerja dari fasilitas kesehatan yang tercatat sebelumnya,” terangnya.

Pihaknya berusaha mencari alamat nakes yang belum divaksin. Namun belum ditemukan. Selain itu, tercatat ada 200 nakes yang dalam status tunda pemberian vaksin memiliki gejala seperti hipertensi, panas serta batuk pilek.

”Kami tunggu kondisinya. Misalnya nunggu panasnya membaik, sama nunggu tensinya stabil,” terangnya.

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen dr Didik Haryanto menyampaikan, di RSUD Sragen ada sekitar 700 orang yang divaksin. Masih menyisakan sekitar 200 orang lainnya. RSUD sudah menyiapkan lima vaksinator untuk vaksinasim.

”Sekitar 700 ratusan yang sudah terdaftar dalam data sumber daya manusia kesehatan (SDMK) sekitar itu. Yang terdaftar di Kementerian Kesehatan. Di sini ada 900 an tenaga baik tenaga medis maupun outsourching, seperti security maupun cleaning service,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI