Seluruh Puskesmas di Jepara Selesaikan Vaksinasi Pertama, 3.958 Nakes Terdaftar e-Tiket Kemenkes

Januari 30, 2021

JEPARA, RAKYATJATENG – Seluruh Puskesmas di Kabupaten Jepara sudah menyelesaikan proses vaksinasi internal pertama di tahap I, Jumat (29/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mudrikatun mengatakan, sebanyak 22 puskesmas sudah menyelesaikan vaksinasi pertama untuk seluruh tenaga kesehatanya. Namun, ada beberapa mitra seperti klinik, dokter praktik mandiri, dan bidan praktik mandiri yang masih menyelesaikan vaksinasi tahap pertama.

“Ini akan dilanjutkan hingga Sabtu (30/1/2021),” kata Mudrikatun, saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).

Dari seluruh vaksin yang diterima, lanjutnya, digunakan untuk 4.410 orang tenaga kesehatan (nakes).

Namun di Jepara, jumlah nakes yang terdaftar e-tiket Kementerian Kesehatan RI hanya 3.958 orang. Sehingga dari alokasi 4.410 tersebut, vaksin yang diterimakan ke Jepara dipastikan sisa 452 vaksin atau 904 dosis.

“Sisa vaksin ini kami simpan di gudang farmasi, sampai ada e-tiket yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Jumlah itu masih akan ditambah dari sisa vaksin yang tidak jadi diberikan kepada pemilik e-tiket Kemenkes yang tidak jadi divaksin karena masuk kategori eksklusi,” ujar Mundrikatun.

Ditambahkan, untuk nakes yang masuk kategori eksklusi sendiri, di Jepara jumlahnya mencapai 521 orang. Sehingga vaksin yang tidak jadi digunakan untuk mereka ini jumlahnya mencapai 1.042 dosis. Nakes yang masuk kategori eksklusi dan tidak bisa divaksin adalah yang tidak memenuhi syarat secara klinis untuk menerima vaksin.

“Ada nakes yang memiliki penyakit penyerta atau pernah terkonfirmasi positif Covid (penyitas) dan sudah sembuh,” kata dia.

Selain itu, lanjutnya, ada 311 orang nakes yang masih harus ditunda pemberian vaksinnya karena tidak lolos screening awal. Sebelum diberikan vaksin, para nakes memang diperiksa kondisi kesehatannya. Mereka yang mengalami hipertensi, sampai kadar gula darah tinggi, tidak diperkenankan divaksin lebih dulu. Mereka ini masih akan kembali dilakukan vaksinasi, setelah kondisinya memungkinkan.

Komentar

VIDEO TERKINI