PPKM Jilid 2 di Surakarta Lebih Longgar, Boleh Gelar Resepsi Hajatan

Januari 26, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Aturan main pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid 2 bakal lebih longgar dari pada sebelumnya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta Jawa Tengah telah merevisi sejumlah aturan yang akan diterapkan pada perpanjangan PPKM pada 26 Januari-8 Februari.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani mengatakan, sejumlah aturan mengalami penyesuaian, seperti kebijakan bagi sektor informal dan toko retail yang kini tak dibatasi waktu operasionalnya.

“Kalau dari pusat kan tidak diatur, hanya di kota kami detailkan saja. Jam buka dan tutupnya menyesuaikan waktu operasional masing-masing usaha. Seperti wedangan, warung makan, kuliner, dan lainnya hingga toko retail,” jelas dia saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/1).

Sementara pada waktu operasional mal, toko modern, toserba, dan sejenisnya juga mengalami perubahan. Bila sebelumnya waktu operasional ditetapkan pukul 10.00-19.00, maka pada PPKM jilid kedua ini akan diperpanjang satu jam, yakni pukul 10.00-20.00.

“Kalau seperti Hypermart masih boleh buka sejak pagi karena jam operasionalnya juga tidak diatur dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing,” terang dia.

Kelonggaran aturan juga ditunjukkan dalam penyelenggaraan hajatan. Pada PPKM jilid pertama 11-25 Januari lalu masyarakat dilarang menyelenggarakan segala kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan. Maka tidak heran selama penerapan PPKM sempat diwarnai pembubaran penyelenggaraan hajatan.

Pada PPKM jilid kedua ini pemkot mengizinkan masyarakat menyelenggarakan hajatan. Lokasi penyelenggaraan tidak dilakukan di rumah. “Hajatan nikah boleh. Kami kembalikan ke aturan lama sebelum PPKM. Jadi boleh resepsi tapi harus di gedung pernikahan dengan kapasitas maksimal 300 orang bila gedungnya besar. Ijabnya wajib dilakukan di KUA atau rumah ibadah. Jangan digelar di rumah,” papar Ahyani.

Komentar

VIDEO TERKINI