97 KK Segera Tempati Kampung Tambakrejo, Pemkot Semarang Akan Lakukan Pengundian

Januari 26, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) merupakan salah satu project strategis penanganan banjir di Kota Semarang. Meski project tersebut penting bagi masyarakat, namun pelaksanaannya pun tak semulus yang diharapkan.

Proyek yang mulai dikerjakan sejak 2018, penyelesaian normalisasi BKT menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam kaitan pembebasan lahan untuk pelaksanaan project tersebut.

Upaya persuasif luar biasa dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Sejumlah pertemuan dengan masyarakat yang menempati bantaran BKT digelar secara intensif. Sejumlah tempat bahkan disiapkan sebagai lokasi baru aktifitas masyarakat yang terdampak.

Tapi tetap saja tak semuanya sepakat dengan tawaran yang diberikan Pemkot Semarang. Salah satunya Warga Tambakrejo, yang keukeuh tidak ingin pindah ke rusunawa yang telah disediakan.

Negosiasi alot tersebut kemudian berujung pada diundangnya seluruh warga Tambakrejo yang tidak mau menempati rusunawa, untuk berdiskusi secara langsung dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pada 12 Mei 2019 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Hendi-sapaan akrab Hendrar Prihadi yang merasa permasalahan di Tambakrejo terlalu berlarut-larut menemukan titik temu, meminta agar jajarannya dan warga Tambakrejo mengambil jalan tengah.

Lantas berjanji akan membangunkan sebuah Kampung Nelayan untuk masyarakat, di lahan yang tidak terdampak project BKT.

Tak sampai di situ, Hendi kemudian mengawal langsung kesepakatan yang telah diambilnya bersama warga Tambakrejo. Dia juga beberapa kali langsung mendatangi warga untuk berkomunikasi tentang keberlanjutan project tersebut.

Dia meyakinkan warga tetap memegang komitmen untuk membangun Kampung Nelayan di wilayah Kalimati, lokasi yang dipilih warga karena tidak berjauhan dengan lokasi tempat tinggal mereka semula.

Pada 7 Agustus 2019, Hendi mulai menepati janjinya dengan meresmikan Mushola Al Firdaus, tidak jauh dari tempat tinggal warga Tambakrejo semula.

Komentar

VIDEO TERKINI