Intensitas Hujan Tinggi, Empat Kecamatan di Kudus Terendam Banjir

Januari 21, 2021

Zakaria berharap, ada normalisasi sungai Nolo dan Dawe, karena semakin dangkal. ”Kami sudah menyurati BBWS Pemali Juana dan PSDA, agar ada normalisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bae Mintoro saat memantau banjir kemarin menuturkan, jika perlu ada tindakan agar sirkulasi air di dua sungai itu tak cepat meluber. Baik dengan normalisasi atau membagi aliran air. ”Air dari barat dan selatan mengarah ke sini semua. Air dari Desa Karangbener dan Gondangmanis larinya air ke sini. Jadi air cepat meluap,” ungkapnya.

Di Jepara, hujan deras mengakibatkan sungai Sengon di Desa Ketilengsingolelo, Welahan, meluap. Tiga RT terendam. Saat koran ini ke lokasi, ketinggian air 15 sentimeter hingga 20 sentimeter.

Air sempat masuk empat rumah dan menggenangi sejumlah rumah lain tergenang di bagian teras dan belakang rumah. ”Air meluap sejak kemarin malam (Senin malam, Red) sekitar pukul 03.00,” ujar Syakur, warga yang sebagian rumahnya terendam.

Perangkat Desa Ketilengsingolelo Maskuri mengatakan, banjir kali ini tak terlalu parah. Sejak banjir besar pada 2014, desa ini kerap dilanda luapan sungai Sengon. ”Namun skalanya rendah. Ketinggian air tak begitu tinggi. Kalau cuaca cerah, langsung surut,” terangnya.

Dia menyebutkan, ada tiga RT di Desa Ketilengsingolelo yang terendam, RT 2, RT 3, dan RT 4. ”Tapi air tak sampai masuk ke rumah. Yang kemasukan air hanya empat rumah di RT 4,” katanya.

Sementara itu, banjir bandang terjadi di Kecamatan Banjarejo, Blora. Air berasal dari sungai Kedungbandang. Setidaknya 50-an rumah tersapu arus dan beberapa rumah rusak sedang.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora Agung Tri mengungkapkan, ketinggian banjir rata-rata sekitar 50 hingga 150 cm. Beruntung, banjir hanya terjadi dalam tempo relatif singkat. Hanya dua jam.

Komentar

VIDEO TERKINI