Intensitas Hujan Tinggi, Empat Kecamatan di Kudus Terendam Banjir

Januari 21, 2021

Terpisah, Kepala Pelaksana Tugas Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Budi menuturkan, banjir di Kudus hampir merata. Ini karena intensitas hujan yang tinggi. Berikabat sungai Piji dan Dawe penuh, hingga meluap ke permukiman. ”Tanggul sungai Piji di Desa Hadiwarno dan Kesambi terjadi rembesan. Perlu penguatan,” terangnya.

Sementara di Kecamatan Jati, banjir terjadi di Desa Jati Wetan dan Tanjung Karang. Ratusan rumah tergenang air. Namun, tidak ada warga yang mengungsi. ”Agar air cepat surut, kami membuang dengan pompa polder ke sungai Wulan,” imbuhnya.

Di Kecamatan Bae, di antara yang terendam Desa Ngembalrejo. Sungai Nolo dan Dawe meluap. Akibatnya, empat RT di RW 4, Dukuh Kauman, terendam. Yakni RT 5, 6, 7, dan 8.

Air mulai masuk ke permukiman sejak kemarin menjelang subuh. Terus meninggi seiring dengan hujan yang masih mengguyur hingga siang. Bahkan, di beberapa titik ketinggian air mencapai lutut. Dan masuk ke beberapa rumah warga.

Anak-anak justru bermain di air banjir. Mereka berenang dan bermain sepeda dan motoran.

Kepala Desa Ngembalrejo Muhammad Zakaria menyampaikan, banjir ini akibat hujan deras yang cukup lama. Membuat debit air sungai Nolo dan Dawe tinggi hingga meluap. Terlebih, area tersebut menjadi titik pertemuan dua sungai.

”Memang (banjir) langganan tiap tahun. Pihak desa selalu siaga menyiapkan pengungsian di balai desa. Kami siapkan alat-alat evakuasi, seperti perahu karet,” jelasnya.

Tetapi sejauh ini belum ada warga mengungsi. Mengingat biasanya air segera surut. ”Biasanya 3-4 jam sudah surut,” tuturnya. Namun jika hujan masih mengguyur dan tak kunjung surut, dia mengimbau agar warga siaga. Sementara pihak desa juga berkoordinasi dengan kecamatan, BPBD, dan pihak-pihak terkait guna antisipasi segala kemungkinan.

Komentar

VIDEO TERKINI