Tanah Bergerak di Desa Banjaran, Pemkab Purbalingga Lakukan Pengkajian

Januari 17, 2021

PURBALINGGA, RAKYATJATENG – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, akan bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait untuk mengkaji pergerakan tanah di Desa Banjaran.

“Kami akan bersinergi dengan para pihak terkait untuk melakukan kajian bencana pergerakan tanah di Desa Banjaran,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi di Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait bencana gerakan tanah di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, yang terjadi setelah hujan mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu (13/1).

“Saya sudah meninjau langsung lokasi gerakan tanah. Menurut kepala desa setempat, wilayah tersebut memang biasa terjadi bencana gerakan tanah, utamanya ketika hujan dalam waktu lama,” katanya.

Bupati menambahkan bahwa berdasarkan laporan yang dia terima bencana tanah bergerak di wilayah itu juga pernah terjadi pada Tahun 1970, 1978, 2008 dan pada awal Tahun 2021 ini.

Sementara itu, dia juga mengatakan bahwa sejumlah warga telah melaporkan adanya retakan, baik di dinding maupun lantai rumah mereka. Selain itu, retakan juga terjadi di sejumlah titik di jalan kabupaten yang melintasi desa tersebut.

“Saya sudah meninjau langsung lokasi kejadian bencana dan ada beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah, namun ada juga yang ringan,” katanya.

Bupati meminta warga di wilayah setempat untuk tidak panik, namun harus tetap waspada terhadap terjadinya bencana susulan.

Bupati juga meminta masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kehati-hatian selama musim hujan, menyusul peningkatan intensitas hujan di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

“Waspadai hujan deras dengan durasi yang cukup lama, warga harus tetap waspada, pasalnya di musim penghujan, kemungkinan datangnya bencana masih ada. Salah satunya berupa tanah bergerak seperti ini,” katanya.

Komentar

VIDEO TERKINI