Aturan PPKM Solo Direvisi, Pedagang Kuliner Boleh Buka Sampai Malam

Januari 12, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Perubahan aturan terkait jam operasional warung makan dan pusat kuliner selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) 11-25 Januari, mendapat respons positif dari para pemilik usaha.

Namun, pemkot tetap mensyaratkan kapasitas pengunjung tidak boleh melebihi 25 persen.

Dalam Surat Edaran Wali Kota Surakarta Nomor 067/036 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 disebutkan perubahan pada jam operasional warung makan, rumah makan, kafe, restoran, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan pusat kuliner.

Sebelumnya mereka hanya boleh beroperasi mulai pukul 10.00-19.00. Namun, dalam aturan baru diperbolehkan dengan menyesuaikan jam operasional masing-masing. Sementara aturan kapasitas maksimal masih tetap sama, yakni 25 persen untuk makan di tempat dan lainnya dibawa pulang.

“Ini karena diprotes sama pedagang. Kami hanya memberi ruang bagi pedagang-pedagang ini karena jam operasionalnya beda-beda. Operasi yustisi dan pengawasan tetap kami lakukan. Bila ada pelanggaran kapasitas lokasi, tetap akan ditindak oleh satpol PP,” tegas Sekretaris Daerah Kota Surakarta Ahyani.

Dia berharap aturan-aturan yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot Surakarta bisa dijalankan dengan baik oleh masyarakat. Mengingat lonjakan kasus Covid-19 cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Covid-19 Kota Surakarta hingga Senin (11/1), angka kumulatif telah mencapai 5.535 kasus atau naik 402 kasus dalam sepekan. Rinciannya 4.035 dinyatakan sembuh, 1.229 isolasi mandiri, 228 rawat inap, dan 302 meninggal dunia.

“Pelaksanaan PPKM diharapakan mampu menekan lonjakan kasus ini,” ucap Ahyani.

Sementara itu, seorang pemilik hik atau angkringan di kawasan Jajar, Laweyan, Yakub, 28, mengaku lega mendengar perubahan aturan itu. Sebab, usahanya masih tetap bisa berjalan seperti biasa.

Komentar

VIDEO TERKINI