Henry Indraguna, Pengacara Yang Terbitkan Buku ‘Memahami Tafsir Pasal Tindak Pidana Korupsi’

Januari 9, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sebagai pengacara dan juga Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI), tentu saja kesibukan terus mengisi hari-hari Henry Indraguna S.H.,M.H.,C.A.L.,C.I.L. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya. Salah satunya dengan menerbitkan buku.

Kali ini, Henry Indraguna berhasil menerbitkan sebuah buku terbarunya, berjudul Memahami Tafsir Pasal Tindak Pidana Korupsi (Kaidah-Kaidah Hukum dan Doktrin-Doktrin).

Henry menjelaskan bahwa ide penulisan buku berawal ketika dia sedang menangani suatu perkara tindak pidana korupsi (Tipikor).

Menurutnya, tidak semua orang yang memiliki profesi yang mulia sebagai advokat (Officium Nobile) mempunyai kesempatan menangani suatu perkara tindak pidana korupsi di tingkat pengadilan.

“Namun demikian ketika seorang advokat memiliki kesempatan untuk menangani suatu perkara tindak pidana korupsi di tingkat pengadilan, terkadang mereka sering mengalami kesulitan untuk mencari referensi-referensi hukum yang tepat dan relevan guna melakukan pembelaan secara maksimal terhadap kliennya,” jelasnya, Jumat (8/1/2021).

Atas dasar itu, dia kemudian berinisiatif menerbitkan buku tentang perkara tindak pidana korupsi.

Dia kemudian mengumpulkan beberapa referensi hukum terkait tafsir pasal tindak pidana korupsi baik referensi yang bersumber dari Peraturan Perundang-Undangan, putusan-putusan Hoge Raad, Surat Edaran Mahkamah Agung RI, Yurisprudensi Putusan-Putusan Mahkamah Agung RI, Yurisprudensi Putusan-Putusan Mahkamah Konstitusi, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHPidana), Buku-Buku Ahli Hukum, dan lain-lain.

Penerbitan buku ini dilakukan untuk berbagi ilmu pengetahuan dengan semua orang yang memiliki profesi advokat dan para penegak hukum lainnya maupun masyarakat luas pada umumnya.

Dia berharap, ke depan setelah memahami Tafsir Pasal Tindak Pidana Korupsi, tindak pidana korupsi semakin hari semakin sedikit dan bukan malah semakin hari semakin meningkat, sebab hal tersebut tentunya akanlah berpotensi menyengsarakan masyarakat.

Komentar

VIDEO TERKINI