PKM Jawa-Bali, 59 Objek Wisata di Klaten Ditutup 2 Pekan

Januari 8, 2021

KLATEN, RAKYATJATENG – Pemkab Klaten memastikan 59 objek wisata akan ditutup selama dua pekan. Terhitung mulai 11-25 Januari 2021 saat penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) Jawa-Bali.

Penutupan objek wisata yang meliputi wisata air, alam, religi, dan cagar budaya akan dituangkan dalam surat edaran (SE) bupati Klaten.

“Jadi kami menindaklanjuti rapat koordinasi sebelumnya untuk objek wisata apapun itu, baik tirta, alam dan cagar budaya, semuanya tutup. Baik itu yang dikelola oleh desa maupun pemkab. Pastinya juga sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten Sri Nugroho, Jumat (8/1).

Lebih lanjut Sri Nugroho mengungkapkan, informasi penutupan objek wisata selama PKM itu telah diinformasikan melalui website. Dipastikan seluruh pengelola objek wisata di Klaten telah mengetahui dan memahami.

Untuk itu pihaknya berharap agar pengelola benar-benar mematuhi aturan tersebut.

Penutupan objek wisata tidak hanya yang dikelola oleh pemkab. Tetapi juga yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu unit usahanya. Seperti diketahui, sejumlah desa di Klaten selama ini juga mengelola wisata tirta hingga alam.

“Mau nggak mau, ya harus siap untuk menerapkan. Apalagi Klaten bagian dari Solo Raya menjadi daerah yang harus menerapkan PKM, bersama dengan kabupaten lainnya,” jelasnya.

Sri Nugroho berharap dengan penutupan objek wisata kali ini tidak menjadikan potensi pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata hilang. Mengingat pada tahun lalu, juga di masa pandemi Covid-19, PAD yang diperoleh objek wisata bisa melebihi target yang ditentukan. Dari yang awalnya ditarget Rp 930 juta, tetapi bisa meraih Rp 1,043 miliar.

Komentar