Diuji Ketua Umum PBNU, Amin Farih Jadi Doktor ke-151 di UIN Walisongo Semarang

Januari 6, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang Amin Farih menyelesaikan studi doktoralnya dalam sidang promosi terbuka, Selasa (5/1/2021).

Di depan para penguji, Amin yang juga Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang itu sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Respons Muhammad bin Alawy Al-Māliky terhadap Politik Hukum Islam di Saudi Arabia (Kajian Siyāsah Syar’iyyah)”.

Sidang ujian terbuka secara online digelar di ruang sidang Pascasarjana, Kampus I UIN Walisongo Semarang.

Hadir sebagai penguji Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq M.Ag sekaligus sebagai ketua sidang dan Prof Dr Abdul Ghofur M.Ag sebagai sekretaris. Bertindak sebagai promotor yaitu Prof Dr Ahmad Rofiq MA dan co-promotor Prof Dr Abu Rokhmad M.Ag.

Amin diuji oleh para penguji antara lain Ketua Umum PBNU Prof Dr Said Aqil Siradj MA, Dr Muhyar Fanani M.Ag, Dr Mohamad Arja Imroni M.Ag dan Dr A Hasan Asy’ari Ulama’i M.Ag.

Dalam disertasinya, Amin mengulas kondisi politik Saudi Arabia yang didominasi oleh ulama Wahabi. Dominasi ulama Wahabi tidak saja terjadi pada kegiatan domestik dan urusan politik luar negeri.

Para ulama Wahabi menempati posisi strategis dalam pelaksanaan syariat Islam, berada di sisi penguasa sebagai legitimasi kebijakan pemerintah Saudi Arabia.

Berkat posisi demikian, fatwa ulama Wahabi berdampak politik yang kuat, termasuk di dalamnya menghukum, melarang ceramah, mengucilkan di tempat asing kepada siapa saja yang fatwanya tidak sesuai dengan ulama Wahabi. Atas dominasi tersebut, muncul ide pemikiran politik hukum Islam dari Muhammad bin ‘Alawy al-Māliky untuk meluruskan pendapat-pendapat dari ulama Wahabi.

Komentar