Kisah para Penyintas Covid-19 yang Donorkan Plasma Konvalesen di Semarang

Januari 2, 2021

Pria yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam ini menyampaikan, dia terinfeksi Covid beberapa bulan lalu, setelah sebelumnya mengalami sesak nafas. Dia pun harus menjalani perawatan di RS Kariadi Semarang.

“Oleh dokter yang merawat, saya diberikan plasma,” kata Shofa di kediamannya di Pamularsih Kota Semarang.

Dia merasakan tubuhnya menjadi lebih adem dan sesak nafas pun menjadi berkurang. Semakin hari, kondisi tubuhnya kian membaik meski dia tidak serta-merta sembuh dengan cepat.

“Plasma konvalesen itu pasti ada gunanya. Walaupun mungkin pada pasien lain belum tentu, karena ada efek samping dan sebagainya. Secara pribadi, pada waktu diberikan plasma itu merasakan lebih baik. Di samping obat-obat yang lain,” ucap Shofa.

Dia berharap agar para penyintas Covid-19 yang sembuh, untuk mendatangi kantor PMI, guna menjadi pendonor plasma konvalesen. Sehingga dapat menolong penyintas Covid-19 yang lain.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Semarang dr Ana Kartika menjelaskan, ada beberapa kriteria seseorang bisa menjadi pendonor plasma. Antara lain, sehat, umur 18-60 tahun, berat badan lebih dari 55 kg, pernah positif terinfeksi Covid-19, dan ada hasil negatif PCR setelah 14 hari sembuh.

Selanjutnya, PMI akan memeriksa titer antibodi si pendonor. Adapun untuk tingkat kesembuhan pasien Covid-19 usai menerima plasma, sampai saat ini masih dalam penelitian.

“Di Kariadi (RSUP Kariadi) yang kami dengar 70 persen dari pasien Covid yang menerima plasma, responnya bagus. Tapi hasil penelitian belum dipublikasikan, masih dievaluasi lagi,” kata Ana di kantornya.

Adapun untuk meningkatkan jumlah pendonor plasma, PMI berkoodinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk memperoleh data pasien Covid-19 yang telah sembuh. Kemudian, PMI menghubungi penyintas Covid yang sembuh.

Komentar

VIDEO TERKINI