Ribuan Nakes di Sukoharjo Segera Divaksin Covid, 26 Faskes Disiapkan

Januari 1, 2021

SUKOHARJO, RAKYATJATENG – Kurang lebih 6.000 tenaga kesehatan (nakes) di Sukoharjo bakal mendapatkan vaksin Covid-19 pada gelombang pertama awal tahun ini. Ribuan nakes itu harus sudah divaksin dalam waktu dua hari.

Oleh karena itu, fasilitas kesehatan yang disiapkan untuk vaksinasi pun ditambah menjadi 26 fakses, dari sebelumnya hanya 16 faskes.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati menyebut, Pemerintah Pusat merencanakan vaksinasi Covid-19 mulai 22 Januari 2021.

“Kickoff-nya yang vaksin pertama kali adalah presiden, rencananya 22 Januari 2021. Tapi, sepertinya ada perubahan, karena presiden minta dipercepat,” kata Yunia, Kamis (31/12).

Untuk Sukoharjo, imbuh Yunia, prioritas pertama vaksinasi yakni para nakes. Hanya saja, saat ini ada perbedaan data jumlah nakes antara pemerintah pusat dengan pemkab. Data di Kementerian Kesehatan tercatat ada sekitar 6.000 lebih nakes di Sukoharjo. Sementara berdasarkan data di Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo, ada sekitar 8.000 nakes.

“Untuk kuota di Kabupaten Sukoharjo belum ada. Jumlah total yang akan divaksin belum ada. Prioritas ya nakes itu, sekitar 6.898,” bebernya.

Untuk teknisnya, pemberian vaksin kepada lebih dari 6.000 nakes itu harus selesai dalam dua hari. Sehingga harus ada perubahan lokasi faskes pelayanan vaksinasi.

“Semula kami rencanakan 12 puskesmas, tiga rumah sakit, dan satu klinik. Karena waktu yang diberikan hanya dua hari (untuk nakes), maka kami perluas menjadi 12 puskesmas, 10 rumah sakit, tiga klinik TNI, dan satu klinik Polri,” terang Yunia.

Kemudian, ada ketentuan lagi, yakni satu tim berjumlah empat orang. Maksimal satu sesi memberikan vaksin kepada 15 orang. Sementara dalam sehari ada tiga sesi. Sehingga rata-rata satu faskes didukung satu tim dengan tiga sesi sehari.

“Hitung-hitungan kita Insya Allah nanti cukup, untuk sekian faskes yang kami siapkan,” katanya.

Terkait infrastruktur lainnya, seperti cool room dan cool chain saat ini memang sudah tersedia. Tetapi jumlahnya memang belum mencukupi, sehingga harus ditambah. Dikatakan Yunia, pihaknya sudah mengajukan penambahan itu ke pemkab.

“Langkah-langkah berikutnya yakni tentang bagaimana kami advokasi, bagaimana kami menyiapkan pembiayaan, menyiapkan sasaran. Karena itu hal yang tidak mudah, tapi harus kami siapkan. Saat ini kami sedang berproses,” papar Yunia.

Lalu, apakah ada syarat kesehatan untuk nakes yang akan divaksin? Yunia menyebut, vaksin akan diberikan kepada nakes yang belum pernah tertapar Covid-19. Nakes juga tidak ada komorbid dan bukan lansia.

“Jadi tetap kita screening, harapannya di sini nanti betul-betul nakes yang diberikan vaksinasi adalah adalah nakes sehat. Kalau yang alumni Covid-19 itu kan secara teorinya sudah memiliki antibodi, tapi tetap kami lihat lagi kejadiannya kapan kena Covid-nya, karena akan juga berpengaruh dengan kadar antibodinya saat ini,” pungkas Yunia. (rs/kwl/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI