Sejumlah Desa Rawan Longsor, Bupati Banjarnegara: Waspadai Dampak Hujan Lebat

Desember 30, 2020

BANJARNEGARA, RAKYATJATENG – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono meminta warga mewaspadai dampak hujan lebat yang menurut BMKG berpotensi terjadi di wilayah setempat hingga tiga hari ke depan.

“Waspadai potensi hujan lebat karena dikhawatirkan bisa memicu bencana longsor, angin kencang, maupun banjir,” katanya di Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (29/12/2020).

Dia menjelaskan sejumlah desa di Banjarnegara merupakan wilayah rawan longsor sehingga masyarakat perlu tetap waspada saat turun hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama.

“Khususnya bagi mereka yang tinggal di area lereng atau perbukitan kami imbau untuk selalu waspada saat hujan deras dalam waktu yang lama, segera lapor pada perangkat desa jika menemukan adanya retakan atau rekahan tanah,” katanya.

Dia menjelaskan rekahan tanah salah satu tanda terjadinya longsor sehingga perlu segera ditindaklanjuti sebagai upaya mitigasi atau pengurangan dampak risiko bencana.

“Apabila terjadi tanda-tanda tanah longsor seperti adanya pohon yang miring, adanya rekahan tanah dan adanya air yang mengalir dari tebing dan berwarna keruh maka perlu waspada dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” katanya.

Selain perlu mengungsi, katanya, warga juga disarankan segera melaporkan hal tersebut kepada aparat desa, kecamatan, relawan desa tangguh bencana, atau BPBD Banjarnegara.

“Apabila terjadi bencana longsor maka dalam waktu 1 x 24 jam pihak BPBD harus segera merespons laporan yang masuk dan menindaklanjuti,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga berpeluang hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi dalam tiga hari ke depan.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie menjelaskan berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya belokan angin dan konvergensi akibat sirkulasi siklonik di Laut China Selatan dan barat laut Benua Australia yang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Tengah.

Komentar