Penumpang Trans Semarang Menurun

  • Bagikan

SEMARANG, RAKYATJATENG – Covid-19 berdampak kepada menurunnya penumpang Trans Semarang. Hal ini dikatakan oleh Plt Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Hendrix Setiawan.

Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19, dalam sehari Trans Semarang melayani 36.911 penumpang.

Dari data jumlah penumpang yang dihimpun BLU UPTD Trans Semarang hingga 20 Desember 2020, dalam setiap bulannya mengalami penurunan.

Seperti pada Januari, tercatat melayani 1.097.636 penumpang, dengan rata-rata setiap hari 35.407 penumpang. Kemudian Februari melayani 1.070.427 penumpang, Maret (818.104), April (270.150), Mei (271.046), Juni (370.000), Juli (449.820), Agustus (479.738), (September), Oktober (507.199), November (521.021 penumpang), dan data hingga 20 Desember 2020 melayani 322.336 penumpang.

Total selama tahun 2020 telah melayani 6.655.329 penumpang yang terdiri dari 4.690.269 penumpang umum dan 1.965.060 penumpang pelajar.

Hendrix Setiawan mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir menggunakan jasa Trans Semarang karena telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan Trans Semarang tidak perlu merasa khawatir sebab Trans Semarang telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan ketat,” jelasnya.

Berbagai upaya pencegahan tersebut, diantaranya mewajibkan petugas dan penumpang memakai masker, mengecek suhu tubuh petugas dan calon penumpang dengan thermo gun, melakukan penyemprotan disinfektan baik di halte maupun seluruh armada.

Di samping itu, juga menyediakan tempat cuci tangan di halte transit dan halte keberangkatan, kemudian juga memasang hand sanitizer baik di halte transit maupun di dalam armada.

“Kami juga membatasi kapasitas penumpang di armada menjadi 50 persen, serta setiap 2 minggu sekali seluruh petugas akan dibagikan susu dan vitamin guna menjaga kebugaran,” ujarnya.

Hingga Desember 2020, Trans Semarang telah memiliki delapan koridor dan tiga rute feeder. Kedelapan koridor tersebut yakni; koridor 1 (Mangkang – Penggaron), Koridor 2 (Terboyo – Sisemut), Koridor 3 (Pelabuhan – Elizabeth), Koridor 4 (Cangkiran – Stasiun Tawang), Koridor 5 (PRPP – Meteseh), Koridor 6 Universitas Diponegoro (UNDIP) – Universitas Negeri Semarang (UNNES), koridor 7 (Terboyo – USM – Balaikota), Koridor 8 (Cangkiran – Gunungpati – Simpang Lima).

Kemudian feeder 1 rute Ngaliyan – Madukoro, feeder 2 Bangetayu – Kaligawe, dan feeder 3 BSB – UNNES.

Hendrix menjelaskan tarif Trans Semarang untuk umum Rp 3500, pelajar, mahasiswa, pengguna KIA, lanjut usia dan veteran Rp 1000.

“Untuk mencegah penyebaran Covid-19, kami juga menyediakan pembayaran non tunai (cashless), seperti: E-Card Trans Semarang, Tapcash BNI, BRIZZI, Link Aja, OVO dan Go Pay. Dengan aneka pilihan pembayaran non tunai tersebut, penumpang tidak perlu khawatir membawa uang cash saat bepergian menggunakan Trans Semarang,” pungkasnya. (Sen)

  • Bagikan