Alami Luka Bakar, Korban Selamat Kebakaran di Sukoharjo Masih Trauma

  • Bagikan
Puslabfor Polda Jateng olah TKP di lokasi kebakaran di Desa Singopuran RT 2 RW 4, Kecamatan Kartasura, Jumat (25/12) lalu. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

SUKOHARJO, RAKYATJATENG – Kebakaran maut di rumah kos Singopuran, Kartasura, Jumat (25/12), meninggalkan trauma mendalam bagi korban selamat. Ada tujuh orang yang lolos dari maut, dua di antaranya luka bakar. Bahkan, ada yang selamat setelah nekat melompat dari balkon.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Alfan mengungkapkan, pihaknya masih menunggu hasil Puslabfor Polda Jateng untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran kos yang menewaskan tiga orang, Jumat (25/12) lalu.

Untuk kepentingan penyelidikan, garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian, tepatnya di Desa Singopuran RT 2 RW 4.

”Masih terpasang garis polisinya, menunggu hasil dari Puslabfor Polda Jateng,” kata Alfan.

Pihaknya juga belum tahu secara pasti penyebab terjadinya kebakaran. Dugaan sementara dari open flame atau nyala api terbuka. Dari keterangan saksi, setidaknya 11 jiwa terdampak kebakaran itu. Yakni, lima orang dari pemilik kos dan enam orang penyewa kamar.

”Penyewa kamar enam orang, tiga meninggal dunia, seorang laki-laki dan dua perempun. Kemudian, tiga lainnya selamat, yakni dua laki-laki dan seorang perempuan,” katanya.

Dijelaskan, penyewa kos yang selamat melompat dari lantai dua melalui balkon setinggi 4 meter. Ada pula yang dibantu warga turun dengan tangga.

”Tapi, seorang penyewa kos laki-laki terluka bakar. Saat mau keluar gelap karena ada asap hitam, dia juga tidak tahu pegang apa gitu, tapi panas,” ungkapnya.

Kemudian, seorang lagi yang mengalami luka adalah pemilik kos. Dia mengalami luka bakar di bagian tangan karena menyelamatkan sepeda motor. Sedangkan untuk korban meninggal, sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan pada Jumat malam.

”Sebab pastinya kebakaran, kami tetap menunggu hasil puslabfor,” papar Alfan.

Seperti diketahui, korban meninggal dalam musibah tersebut dipastikan tiga orang. Yakni Yulia, 20, warga Ngawi, Jatim dan Dewi Aisyiah, 19, warga Pekalongan. Serta seorang laki-laki bernama Eksa Pratama, 21, warga Sawit, Boyolali. Identifikasi jasad Eksa membutuhkan waktu karena kondisinya sudah sulit dikenali.

Ketiganya ditemukan di tempat terpisah. Dua korban di lantai bawah, dan satu lainnya di lantai atas. Diduga mereka terjebak asap. Berdasarkan hasil autopsi, penyebab kematian karena kehabisan oksigen. (rs/kwl/per/JPR/JPC)

  • Bagikan