Longsor di Banjarnegara, PMI Dirikan 2 Posko di Lokasi Bencana

Desember 20, 2020

BANJARNEGARA, RAKYATJATENG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mendirikan dua posko tanggap darurat di dua lokasi tanah longsor yang ada di Kecamatan Wanayasa dan Kecamatan Pagentan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kami mendirikan dua posko, yang pertama adalah posko untuk area Desa Bantar dan Suwidak, Kecamatan Wanayasa dan yang kedua adalah posko untuk area Desa Kalitlaga dan Gumingsir, Kecamatan Pagentan,” kata Humas PMI Banjarnegara M. Alwan Rifai di Banjarnegara, Minggu (20/12/2020).

Dia mengatakan dua posko tersebut didirikan hingga berakhirnya masa tanggap darurat bencana longsor dan tanah bergerak di desa-desa tersebut.

“Dengan keberadaan posko tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan dan memudahkan penyaluran bantuan untuk warga terdampak bencana longsor dan pergerakan tanah,” katanya.

Dia mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BPBD Banjarnegara dan juga membuka pelayanan dapur umum bagi pengungsi dan relawan.

“Kami juga melakukan pendataan terkait kesehatan warga, rumah terancam longsor dan pergerakan tanah serta pergerakan pengungsi,” katanya.

Dia juga mengatakan selain membuka dapur umum, pihaknya juga terus mengintensifkan distribusi bantuan bagi warga terdampak.

PMI Banjarnegara, kata dia, juga telah mulai menerapkan kartu distribusi bagi para pengungsi dan korban terdampak pergerakan tanah di desa-desa tersebut.

Sementara itu Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Alam PMI Kabupaten Banjarnegara Andri Sulistyo menambahkan kartu pengungsi tersebut berfungsi sebagai ceklis dan memperkuat data tentang keluarga, jumlah KK dan apa saja yang telah diterima selama di pengungsian.

“Setelah disesuaikan dengan hasil pendataan mengenai kebutuhan lanjutan, untuk selanjutnya mempermudah proses distribusi bantuan,” katanya.

Komentar