Penipuan Internasional Modus Email Bisnis Dibongkar Polisi, Korban Rugi Rp 276 Miliar

Desember 17, 2020
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Bareskrim Polri berhasil menangkap dua tersangka kasus penipuan dengan modus email bisnis atau business email compromise (BEC) yang dilakukan sindikat internasional, inisial U alias E dan H.

Mereka berperan membuat dokumen fiktif dan berpura-pura menjadi direktur sebuah perusahaan fiktif. Total hasil kejahatan tersebut mencapai Rp 276 miliar.

“Dari kegiatan tersebut, maka Bareskrim Polri kemudian berhasil mengamankan tersangka atas nama U alias E dan tersangka lain berhasil diamankan yaitu tersangka H yang bertugas untuk membuat dokumen fiktif dan seolah-olah menjadi direktur perusahaan fiktif tersebut dan kemudian dibantu oleh saudara B alias D dan N alias I,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2020).

Sigit menuturkan dua tersangka menjalankan aksi dengan cara mengirim e-mail palsu yang memberi informasi perubahan nomor rekening untuk pembayaran alat rapid test yang telah dipesan oleh korban. Akibat penipuan tersebut, korban yang merupakan warga negara (WN) Belanda mengalami kerugian Rp 52 miliar lebih.

“Modus operandi dilakukan dengan cara mereka mengirim email terkait dengan perubahan nomor rekening, terkait dengan rencana pembayaran untuk memesan rapid test Covid yang telah dipesan oleh WN belanda. Sehingga kemudian korban mentransfer dana ke rekening atas nama CP Bio sensor di mana ini perusahaan fiktif sejumlah USD 3.597.875 atau senilai Rp 52,3 miliar,” tuturnya.

Sigit menyampaikan, terkait penipuan internasional modus e-mail bisnis ini, Bareskrim Polri sudah menangani 5 kasus lintas negara. Tiga kasus di antaranya terkait Covid-19 sedangkan dua kasus terkait transfer dana dan investasi.

Komentar

VIDEO TERKINI