Satu Warga Hilang, Sekolah-Kantor Desa Jebol

Desember 5, 2020

KARANGANYAR, RAKYATJATENG – Sejumlah kecamatan di Bumi Intanpari dikepung banjir dan longsor setelah hujan deras, Sabtu sore (5/12). Longsor juga terjadi di Wonogiri. Menerjang SDN 6 Bero, Desa Bero, Kecamatan Manyaran.

Wilayah yang terdampak banjir dan longsor antara lain Tawangmangu, Karangpandan, Jenawi dan Jatiyoso.

Sutardiyanto, 24, warga Dusun/Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu menjelaskan, hujan deras mengguyur sekitar pukul 12.00. Sekitar empat jam kemudian banjir menerjang karena irigasi tak mampu menampung air dari Gunung Lawu.

“Sepengetahuan saya, baru kali ini air irigasi membeludak sangat besar. Jalan dusun sampai tergenang. Terutama di sekitar Situs Menggung,” ujarnya.

Apakah banjir tersebut disebabkan irigasi tertutup sampah? Sutardiyanto lebih cenderung menyebut karena lebar irigasi tak mampu menampung air dari daerah atas.

Agus Suryawan, 41, warga Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu menambahkan, setiap hujan deras, Jalan Raya Tawangmangu, terutama di sekitar kawasan terminal dan Pasar Tawangmangu kerap tergenang. Tapi banjir kali ini, sepengetahuan Agus yang paling besar.

“Air dari Cemoro Sewu kan lewatnya di sekitar pasar itu. Namun irigasinya sempit. Jadi air gampang membeludak ketika hujan deras. Di sisi timur terminal juga longsor,” ucapnya.

Di Jatiyoso, dinding kantor Desa Wonokeling jebol tertimpa material longsor. “Longsor sekitar pukul 17.00. Awalnya hujan lebat, kemudian tanahnya retak. Material longsor menimpa dinding kantor desa yang baru selesai dibangun 2018. Ini belum kami bersihkan, mungkin besok (hari ini bersama warga),” beber Kepala Desa Wonokeling Sutimin.

Hingga berita ini ditulis, para relawan, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar dan unsur TNI-Polri masih melakukan pembersihan material longsor dan pendataan warga terdampak.

Komentar