Vaksinasi COVID-19 Mandiri Bagi Masyarakat Mampu

November 26, 2020
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Penegakan disiplin protokol kesehatan dengan menjalankan 3M (Memakai Masker, Menjaga jarak dan Mencuci Tangan) menjadi upaya pencegahan utama dalam menghadapi COVID-19 saat ini. Upaya pencegahan itu juga dilakukan pemerintah melalui program vaksinasi bertahap COVID-19.

Proses pendistribusian vaksin akan dibagi menjadi dua, bantuan pemerintah dan vaksinasi secara mandiri. Masyarakat mampu diminta untuk berkontribusi melakukan vaksinasi secara mandiri.

“Ada bantuan (vaksin) pemerintah, salah satunya untuk tenaga kesehatan dan semua masyarakat yang memang sangat membutuhkan, sesuai data BPJS Kesehatan yaitu BPI-nya,” ungkap Erick Thohir, Menteri BUMN dalam Webinar KPCPEN, dengan tema ‘Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi COVID-19’, Selasa (24/11/2020).

Sementara vaksinasi mandiri diharapkan dilakukan oleh masyarakat yang memang mampu, sehingga bisa membayar sendiri.

“Dan ini merupakan kontribusi yang tak kalah pentingnya, karena memang jumlah penduduk Indonesia sangat besar, tentu kelompok masyarakat yang mempunyai kemampuan lebih sudah seyogyanya bisa membantu pemerintah membayar vaksinnya sendiri,” tambahnya.

Dikatakannya, pemerintah sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi. Dan juga dengan fatality rate- ketika tingkat kematian di Indonesia berada pada angka yang lebih tinggi dari beberapa negara lain.

Tentu menurutnya, pemerintah berusaha keras untuk menahan laju angka kematian tersebut. Salah satunya dengan vaksin, dan menggaris bawahi bahwa upaya terbesar pencegahan wabah dilakukan melalui pelaksanaan protokol COVID-19 yang ketat dan disiplin serta standarisasi perawatan dan penyembuhan.

Erick menambahkan, pemberian vaksin akan dilakukan dalam sejumlah kloter, dimulai dengan menargetkan usia produktif penerima vaksin pada tahap pertama. Target awal menyasar usia 18-59 tahun.

“Tapi ini target awal ya, bukan berarti menyeluruh. Karena itu, di target awal ini tentu 67% dari populasi penduduk Indonesia yang akan menjadi target utamanya,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI