Klaten Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Merapi

November 11, 2020

KLATEN, RAKYATJATENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten Jawa Tengah telah menetapkan status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi sejak Senin (9/11). Surat Keputusan (SK) Bupati Klaten Nomor 360/318/ Tahun 2020 itu ditandatangani Penjabat sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko.

“Tanggap darurat ini mulai berlaku sejak kemarin (9/11) sampai 16 November mendatang. Kami hanya mengambil sepekan dengan tetap melihat perkembangan Merapi. Bisa diperpanjang sampai tiga kali sesuai dengan Peraturan Kepala BNPB,” jelas Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Sip Anwar.

Sip Anwar menekankan, sebenarnya sejak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja menaikkan status menjadi siaga, berbagai langkah telah diambil. Salah satunya mengadakan koordinasi dengan instansi terkait yang langsung dipimpin Pjs bupati Klaten.

“Kami mengoordinasikan instansi terkait mengambil langkah-langkah strategis sesuai dengan tupoksi masing-masing. Menyadari sebagai garda terdepan, kami juga berkoordinasi dengan para kepala desa dan relawan untuk mengondisikan sesuai aturan yang berlaku maupun SOP sesuai rencana kontijensi,” jelasnya.

Selain itu, berkoordinasi dengan pemerintah desa melakukan evakuasi mandiri terhadap kelompok rentan mulai dari lansia, ibu hamil hingga disabilitas. Terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III. Yakni di Desa Balerante dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. Serta di Desa Sidorejo, di mana untuk warga di desa ini belum melakukan evakuasi mandiri.

Dia mengatakan, meski warga Desa Sidorejo belum melakukan evakuasi mandiri di tempat evakuasi sementara (TES), tetapi BPBD tidak memaksa. Mengingat masing-masing desa yang ada di KRB III memiliki SOP tersendiri dalam mengantisipasi bahaya erupsi Merapi. Tetapi GOR Kalimosodo yang ada di desa setempat sudah disiapkan sebagai TES.

Komentar