Pasar Sidoharjo Ditutup Besok, Ditemukan Klaster Pedagang dan Keluarga

November 8, 2020

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Pasar Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah, bakal ditutup mulai Senin (9/11) besok. Penutupan itu dilakukan usai ditemukan klaster penyebaran Covid-19 pedagang pasar, yang kemudian merembet menjadi klaster keluarga pedagang.

Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa mengatakan, usai ditemukan kasus klaster pedagang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Sidoharjo, rapat Satgas Penanganan Covid-19 Wonogiri pun digelar.

“Disepakati Pasar Sidoharjo tutup mulai Senin hingga Kamis (9-12/11) pekan depan. Ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Edy, Sabtu (7/11).

Untuk hari ini, Minggu (8/11), pedagang masih diberi kesempatan untuk menggelar dagangannya. Namun, protokol kesehatan harus diterapkan dengan maksimal. Baru pada Senin (9/11), pedagang diberi waktu untuk mengemasi barang dagangannya, semisal ada yang akan dibawa pulang. Pada Selasa (10/11), Pasar Sidoharjo sudah harus steril.

“Wajib mengenakan masker, sebelum masuk area pasar cuci tangan dulu. Yang tidak memakai masker, ya pulang, tidak boleh masuk. Tim dari satgas juga bakal turun, kami beri sosialisasi kalau pasar mau ditutup. Saat ini juga sudah ada sosialisasi dari internal disperindag,” urai Edy.

Tak hanya bangunan pasar utama yang ditutup. Pasar kayu, pasar hewan, dan terminal di sekitar pasar utama juga akan ditutup untuk sementara waktu. Saat ditutup, petugas juga bakal mensterilkan pasar, termasuk menyemprot disinfektan di seluruh penjuru pasar.

“Para pedagang nanti juga akan kami swab semuanya. Ini untuk kenyamanan semuanya. Pedagang jumlahnya 500-an orang. Waktunya Senin di kantor Kecamatan Sidoharjo,” papar Edy.

Sementara itu, awal mula ditemukan kasus terkonfirmasi positif di Pasar Sidoharjo adalah saat digelar polling tes pada Oktober lalu. Saat itu, rapid test dan swab test dilakukan bagi lansia yang memiliki penyakit bawaan dan berisiko terpapar Covid-19.

Komentar