Tingkatkan Profesionalitas Pengelolaan Keuangan, KONI Kota Semarang Gelar Bimtek

November 7, 2020

SEMARANG, RAKYATJATENG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang kembali menggelar bimbingan teknik (bimtek) untuk Cabang Olahraga (Cabor) di Golden City Hotel, Semarang, Sabtu (7/11/2020).

Bimtek ini untuk meningkatkan profesionalitas dalam pengelolaan keuangan cabang olahraga (cabor).

Kegiatan ini dihadiri Komisi D DPRD Kota Semarang, DPKAD, Kejaksaan, Kantor Pajak dan 53 pengurus cabor se-Kota Semarang.

Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara dalam sambutannya berharap, dengan Bimtek Penataausahaan Keuangan ini, masing-masing cabang olahraga diharapkan lebih profesional dalam mengelola keuangan.

“Keberhasilan organisasi atau cabor ditentukan oleh 4P, yakni perencanaan, pengorganisasian, penganggaran, dan pembinaan prestasi. Dari 4P itu harus bisa direalisasikan dan dipertanggungjawabkan,” ujar Arnaz.

Sementara anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Supriyadi yang hadir di acara itu, memberikan apresiasi dengan bimtek yang diselenggarakan KONI Kota Semarang.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan bimtek ini karena pengelolaan administrasi yang baik akan mendorong peningkatan prestasi atlet. Dan kami menyampaikan maaf dari Ketua DPRD Kota Semarang, karena tidak bisa hadir secara langsung,” ujar Supriyadi.

Supriyadi berpesan, bimtek ini sebagai gerbang profesionalitas, kerja disipilin dalam mengelola administrasi, dan peningkatan prestasi atlet Kota Semarang yang berkesinambungan.

“KONI Kota Semarang juga diharapkan mencermati, selektif, agar setiap pengajuan anggaran terlaksana dengan baik dan tepat sasaran. Khususnya dalam kemajuan prestasi olahraga di Kota Semarang,” pungkas Supriyadi.

Sementara itu, Kadispora Kota Semarang Suhindoyo mengatakan, kunci keberhasilan dalam pengelolaan keuangan yakni tepat waktu, tepat perencanaan, dan tepat sasaran.

“Simpelnya adalah perencanaan yang baik, penganggaran yang benar, direalisasikan dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Artinya tidak fiktif. Dalam pertanggung jawaban itu juga harus dilengkapi dengan dokumen pendukung,” ujar Suhindoyo.

Komentar