Keraton Surakarta Tak Gelar Gunungan dan Sekaten Tahun Ini

Oktober 22, 2020

SOLO, RAKYATJATENG – Keraton Kasunanan Surakarta Jawa Tengah resmi meniadakan kegiatan Grebeg Maulud dan Sekaten tahun ini karena masih masa pandemi. Kendati demikian, ritual adat seperti jamasan dan wilujengan tetap digelar di internal keraton.

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat KGPH Adipati Dipokusumo mengatakan, peniadaan tradisi tahunan keraton ini sesuai perintah dari Raja Paku Buwana (PB) XIII Hangabehi.

“Sesuai kalender, jadwal upacara adat keraton, Grebeg Maulud sedianya digelar Kamis depan (29/10). Tapi, tahun ini keraton resmi meniadakan gunungan dan Sekaten. Ini sebagai antisipasi munculnya keramaian massa saat penyelenggaraan dua kegiatan itu,” terang dia saat dihubungi, kemarin sore.

Kendati demikian, segala kegiatan adat lainnya yang berhubungan dengan mauludan tetap akan digelar secara internal. Misalnya seperti ritual jamasan pusaka dan wilujengan. “Kegiatan di dalam keraton tetap digelar dengan wilujengan (selametan) dengan jumlah peserta terbatas,” terang pria yang akrab disapa Gusti Dipo tersebut

Soal tradisi ditabuhnya gamelan pusaka Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari selama tujuh hari saat sekaten digelar, pihaknya memastikan tahun ini juga ditiadakan. Sebagai gantinya keraton akan berkomunikasi dengan RRI Surakarta yang bersedia menyiarkan tetabuhan gamelan itu melalui radio.

Kasunanan berpesan kepada segenap warga Solo agar memaklumi peniadaan kegiatan itu. Ini berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Bengawan.

“Social and physical distancing ini membuat semua orang harus waspada. Jika tidak, pagebluk sangat berpotensi terjadi. Untuk mengantisipasi datangnya pagebluk, mari patuh dengan aturan dari pemerintah,” tutur Gusti Dipo. (rs/ves/per/JPR/JPC)

Komentar