Karimunjawa Kembali Dibuka, Pelaku Pariwisata Bersyukur

Oktober 18, 2020

JEPARA, RAKYATAJTENG – Pelaku pariwisata Karimunjawa Jepara Jawa Tengah bersyukur dengan dibukanya akses terbatas ke pulau tersebut. Ekonomi warga setempat mulai berdenyut, mulai dari pemilik kapal, pemilik penginapan, dan warung.

Seperti yang dialami oleh pemilik kapal wisata Irvan. Ia menyebut, pandemi Covid-19 berpengaruh besar bagi usahanya. Praktis, dalam delapan bulan ia tak mengantar pelancong.

“Akhirnya ya jadi nelayan lagi, wong tidak ada wisata,” paparnya, Sabtu (17/10/2020).

Saat kondisi normal, ia mengaku bisa enam kali mengantar tamu. Tarif sewa kapalnya, sekitar Rp500 ribu pergi pulang. Dalam sekali antar, ia bisa membawa 10 orang wisatawan.

Namun, hal itu tak berlaku dalam kondisi pembatasan wisata seperti ini. Sekali berangkat, ia hanya bisa mengantar lima orang wisatawan.

Hal serupa diungkapkan pemilik penginapan “Azza” Novi. Pada pembukaan terbatas wisata ia hanya menerima delapan orang tamu. Hal itu berbanding terbalik dengan sebelum pandemi.

“Tapi alhamdulillah, sekarang sudah dibuka wisatanya. Kalau pas corona itu sama sekali tidak ada pengunjung,” paparnya.

Baik Irvan maupun Novi berharap, pariwisata di Karimunjawa tetap kondusif selama diterapkannya pembatasan pariwisata. Mereka juga berusaha agar jangan sampai virus Corona menjangkiti warga sekitar.

“Ya jaga kesehatan saja, terus ikuti protokol kesehatan dari pemerintah, cuci tangan pakai masker,” ujar Novi.

Siagakan Relawan

Sebagai tindak lanjut dari pembukaan terbatas destinasi di Karimunjawa, pemerintah melakukan tindakan antisipatif. Di Pelabuhan penyeberangan Kartini Jepara, calon wisatawan diwajibkan melakukan tes cepat deteksi virus Corona (rapid test).

Sesampainya di Desa Karimunjawa, sebagai gerbang masuk pulau itu, pemerintah desa setempat menyiagakan relawan. Tugasnya, melakukan skrining ulang.

Komentar