Pilwalkot Semarang: Setiap Pemilih Diberi Sarung Tangan, Tinta Diteteskan

Oktober 14, 2020
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meyakini Komisi Pemilihan Umum (KPU) mampu menjalankan proses Pilwalkot Semarang 2020 tetap aman, nyaman, dan sehat.

Dia pun berharap, upaya KPU Kota Semarang dalam menjalankan protokol kesehatan secara ketat, mendapat dukungan dari seluruh masyarakat.

Pria yang akrab disapa Hendi juga mengapresiasi lankah KPU Kota Semarang dalam melakukan penyesuaian kegiatan pemungutan suara di masa pandemi Covid-19 ini.

“Salah satunya untuk tinta penanda telah menggunakan hak pilih, jika biasanya jari kita dicelupkan, nantinya pada 9 Desember, tinta tersebut akan diteteskan,” ujar Hendi saat kegiatan konsolidasi Partai Gerindra, Senin (12/10/2020).

Dalam melakukan pencoblosan, lanjutnya, warga nanti masing-masing akan diberikan sarung tangan, sehingga tidak perlu khawatir menggunakan paku untuk mencoblos, karena akan diupayakan tetap steril.

“Dalam pencoblosan, sedulur-sedulur nanti akan diberikan sarung tangan. Sehingga tidak perlu khawatir menggunakan paku untuk mencoblos, karena akan diupayakan tetap steril,” kata Hendi.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, pengetesan juga dilakukan KPU Kota Semarang kepada seluruh petugas pemungutan suara di 3.619 TPS. Petugas yang terindikasi terpapar Covid-19 akan diganti dengan lainnya.

Untuk masyarakat yang akan menyalurkan hak pilihnya juga akan dilakukan pengecekan suhu, yang kemudian jika suhunya melebih ambang batas, akan diberikan bilik khusus.

“Petugas pemungutan suara selama juga nanti akan menggunakan APD selama bertugas. Berarti semuanya telah dipikirkan KPU Kota Semarang agar sedulur – sedulur terjaga kenyamanannya,” tekannya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Gultom menuturkan proses pemungutan suara akan menjankan prinsip 3 M, yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

Komentar

VIDEO TERKINI