Tergiur Upah Rp 750 Ribu, Oknum Sipir Selundupkan HP ke Rutan

Oktober 13, 2020

SOLO, RAKYATJATENG – Kasus penyelundupan narkotika ke dalam Rutan Kelas IA Surakarta terus didalami. F, salah seorang sipir yang diduga menyelundupkan barang terlarang itu sudah berstatus tersangka. Dia nekat melanggar kode etik profesi karena tergiur iming-iming sejumlah uang.

Kasat Narkoba Polresta Surakarta Kompol Djoko Satrio menuturkan, dari hasil pemeriksaan F mendapat upah Rp 750 ribu untuk penyelundupan satu unit HP. “F memang dikenal di lingkungan napi sebagai oknum yang bisa memasukkan HP ke rutan,” kata Djoko.

Kemudian, narapidana (napi) Dian Susilo berperan sebagai donatur. Dia yang menyediakan dana Rp 800 ribu dan diberikan kepada napi lain Arif Nur Sansongko.

Oleh Arief, uang itu diberikan kepada F untuk mengambil HP ke seseorang. “Uang dari Dian dipotong oleh Arief Rp 50 ribu untuk komisinya,” katanya.

Setelah uang diterima oleh F, lanjut Djoko, barulah F menemui seseorang di luar rutan untuk mengambil HP. Setelah itu, barulah HP diserahkan kepada Arief.

“Untuk HP saat ini kami bawa ke Labfor, karena pesannya sudah dihapus. Dengan ini semoga menjadi petunjuk kita untuk mengembangkan kasus,” kata Djoko.

Dalam kasus ini F dijerat dengan pasal 114 dan pasal 132 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terjadi pemufaktan jahat antara F, Arief, dan Dian.

“Dalam pemeriksaan memang F selalu berkilah tidak mengetahui ada sabu yang diselipkan dalam charger. Tapi dalam kacamata kami, sabu tidak bisa masuk ke dalam rutan tanpa peran F, sehingga kami tetapkan sebagai tersangka. Urusan pembelaan, nanti silakan dia membela diri di depan hakim,” urai Djoko.

Djoko menuturkan, sabu yang diselundupkan sendiri sebenarnya ada tiga paket hemat. Namun, sudah dikonsumsi dua paket. “Yang mengonsumsi Arief dan Dian beserta dua napi lain berinisial W dan R. Namun, keduanya tidak kami amankan. Kami periksa sebagai saksi,” katanya.

Komentar