Rudy: Jaga Kota Surakarta Tetap Adem Ayem

Oktober 12, 2020
Belum ada gambar

“Kami sudah sepakat untuk menahan diri untuk tidak membuat aksi maupun penolakan di jalan karena ajuran dari Dinas Tenaga Kerja dan Polresta Surakarta benar – benar kita tindak lanjuti. Kami berharap keinginan bersama Solo tetap teduh dan damai betul – betul kami tindak lanjuti. Meskipun hanya buruh, kami bisa memahami itu semua. Dan harapan kami bisa bertemu dengan walikota untuk menyampaikan uneg – uneg bisa terpenuhi daripada kami kepanasan di jalan dengan kondisi yang sangat rentan terhadap covid,” ungkapnya.

Wahyu mengaku belum bisa mengakses draft UU Cipta Kerja yang sesungguhnya. Disampaikannya, KSPSI menolak keberadaan UU Cipta kerja Omnimbus Law ini. Menurutnya banyak hal yang dirasakan memberatkan para pekerja.

“Ada tiga draft yang berbeda, mau yang mana yang kita pakai,” ujarnya.

Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional Surakarta (SPNS), Mohamad Khoirudin, mengatakan, pihaknya juga menolak UU tenaga kerja yang disahkan 5 Oktober tersebut. Menurutnya, sejak awal digodok di tingkat eksekutif, perwakilan pekerja tidak memiliki akses mendapatkan informasi draft rancangan UU Cipta Kerja.

“Kami minta Pak Wali bisa menyampaikan aspirasi kami menolak UU tersebut dan segera mengupayakan evaluasi tentang UMK ini. Kami sepakat ada peninjauan soal nilai dari apa yang diterima teman-teman pekerja,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta, Ariani Indriastuti berharap, apa yang telah disampaikan Pemerintah Kota Surakarta terkait tanggapan dan tindakan yang akan diambil membuat semua pekerja di Kota Surakarta tetap fokus bekerja.

“Semoga Solo tetap aman, nyaman dan damai,” terang Kadisnaker. (hms/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI