Dinas Pertanian Usut Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Grobogan

Oktober 10, 2020

GROBOGAN, RAKYATJATENG – Pupuk subsidi semakin sulit ditemukan. Petani pun mengeluh tak mendapat pupuk subsidi. Karena masalah ini, Dinas Pertanian Grobogan Jawa Tengah turun tangan untuk mengusut kelangkaan di beberapa daerah tersebut.

Plt Dinas Pertanian Grobogan Sunanto mengatakan MT1 sekala besar baru akan dimulai pada akhir Oktober ini. Bahkan, pintu air irigasi Waduk Kedung Ombo juga baru akan dibuka per 15 Oktober ini.

”Memang ada beberapa daerah yang awal bulan ini sudah memasuki masa tanam. Sedangkan kios atau pengecer banyak yang belum menebus pupuk lantaran kebutuhan memang belum banyak. Sehingga kesannya langka. Adanya keluhan ini, kami langsung melakukan pendataan ke sejumlah desa yang MT1-nya lebih cepat, sehingga stok pupuk di daerah mereka terjamin aman,” paparnya.

Diungkapkan, petani di Kabupaten Grobogan tidak perlu khawatir dan resah jika belum memperoleh kartu tani atau sudah memperoleh tapi belum teraktivasi untuk pembelian pupuk bersubsidi. Petani tetap dapat membeli pupuk subsidi secara manual dengan syarat yang berlaku.

Mengacu pada SE Kementan RI mulai 1 September 2020, pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani harus dilakukan dengan menggunakan kartu tani. Ternyata surat itu dinamis, pupuk bersubsidi bisa diambil petani dengan manual. Namun harus sesuai dengan e-RDKK.

”Adapun untuk mekanismenya, petani harus menggunakan Formulir (Form) pembelian. Form tersebut sesuai dengan jatah yang ada di elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK),” jelasnya.

Sunanto menjelaskan, tahun ini untuk pupuk Urea, Kabupaten Grobogan mendapatkan alokasi sebanyak 77 ribu ton. Alokasi tersebut lebih besar dibanding tahun sebelumnya. ”Sudah ada penambahan dari tahun sebelumnya. Sehingga tidak mungkin pupuk tidak cukup,” ujarnya.

Komentar