4 Hari 16 Kasus Baru Covid Wonogiri, Tracing Bumil dan Pelaku Perjalanan

Oktober 9, 2020
Belum ada gambar

WONOGIRI, RAKYATJATENG - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri masih terus bertambah. Dalam empat hari, yakni sejak Senin-Kamis (5-8/10) terjadi penambahan 16 kasus baru.

Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa mengatakan, per Kamis (8/10) ada tambahan enam kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Secara kumulatif hingga saat ini ada 287 orang terkonfirmasi positif Covid-19," ungkap Edy di ruang kerjanya, Jumat (9/10).

Sebanyak enam tambahan kasus baru kemarin, tersebar di lima kecamatan berbeda. Masing-masing satu kasus baru di Kecamatan Tirtomoyo, Ngadirojo, dan Girimarto. Pasien rata-rata memiliki riwayat perjalanan dari kota besar dengan tingkat penularan Covid-19 yang tinggi.

Kemudian, dua kasus positif Covid-19 ditemukan di kecamatan Slogohimo. Dua kasus ini adalah anggota keluarga ibu hamil (bumil) yang beberapa waktu lalu terpapar Covid-19. Dan, satu lagi kasus baru berasal dari Kecamatan Wonogiri juga hasil tracing kontak erat lini satu ibu hamil yang terpapar Covid-19.

"Tambahan-tambahan ini adalah hasil tindak lanjut tracing yang dilakukan dari pasien-pasien terkonfirmasi positif, seperti ibu hamil yang terkonfirmasi positif kemarin," jelas dia.

Edy menambahkan, satu ibu hamil positif Covid-19 yang sempat dirujuk ke RSUD dr Moewardi Surakarta, kini juga telah sembuh. Selain itu, si ibu juga telah melahirkan bayinya.

"Alhamdulillah semuanya sehat. Si ibu sudah sembuh dan bayinya juga tidak positif. Tidak terjadi transmisi vertikal. Saat ini juga telah dipulangkan, tetapi tidak ke rumahnya di Slogohimo, saat ini di Jatisrono. Soalnya anggota keluarga di rumahnya ada yang masih positif," beber dia.

Lebih lanjut, saat ini, masih ada 23 kasus aktif Covid-19 di Wonogiri. Edy merinci, sebanyak 13 orang menjalani karantina khusus atau isolasi mandiri dan 10 pasien lain dirawat di rumah sakit.

Selain itu, ada sembilan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sembuh pada Kamis (8/10). Hingga saat ini, secara kumulatif ada 246 orang dinyatakan sembuh. Namun, di hari yang sama kemarin, ada satu pasien positif Covid-19 asal kecamatan Girimarto meninggal dunia.

"Yang meninggal ini klaster perjalanan. Berdasarkan riwayatnya yang bersangkutan dari Jakarta," kata dia.

Edy juga menuturkan, saat ini secara kumulatif ada 98 pasien suspek. Rinciannya, 81 orang sudah dinyatakan sembuh, 15 orang meninggal dunia, dan dua orang dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Sementara itu, secara kumulatif ada 960 orang yang melakukan kontak erat. Sebanyak 957 orang di antaranya selesai pementauan dan tiga orang lainnya masih dalam pantauan.

Mengingat banyaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang merupakan klaster perjalanan, Edy mengimbau agar masyarakat menghindari melakukan perjalanan ke daerah zona merah terlebih dahulu.

"Kalau benar-benar tidak urgen, jangan dulu lah. Kalau cuma mau membesuk teman atay keluarga, ditunda dulu saja. Kasus-kasus di sini kan didominasi klaster perjalanan," tegas dia.

Selain itu, apabila ada teman ataupun saudara yang memiliki hajatan di daerah lain pun demikian. Menurut dia, doa restu dan ucapan selamat tak harus disampaikan secara langsung dengan tatap muka.

"Bisa video call atau telepon. Ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Edy.

Dia pun menuturkan, di Wonogiri hajatan dengan skala besar belum diperbolehkan. Pemkab mengizinkan warga yang menikah untuk melangsungkan ijab kabul dengan maksimal undangan 50 orang. (rs/ria/per/JPR/JPC)

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri masih terus bertambah. Dalam empat hari, yakni sejak Senin-Kamis (5-8/10) terjadi penambahan 16 kasus baru.

Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa mengatakan, per Kamis (8/10) ada tambahan enam kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Secara kumulatif hingga saat ini ada 287 orang terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkap Edy di ruang kerjanya, Jumat (9/10).

Sebanyak enam tambahan kasus baru kemarin, tersebar di lima kecamatan berbeda. Masing-masing satu kasus baru di Kecamatan Tirtomoyo, Ngadirojo, dan Girimarto. Pasien rata-rata memiliki riwayat perjalanan dari kota besar dengan tingkat penularan Covid-19 yang tinggi.

Kemudian, dua kasus positif Covid-19 ditemukan di kecamatan Slogohimo. Dua kasus ini adalah anggota keluarga ibu hamil (bumil) yang beberapa waktu lalu terpapar Covid-19. Dan, satu lagi kasus baru berasal dari Kecamatan Wonogiri juga hasil tracing kontak erat lini satu ibu hamil yang terpapar Covid-19.

“Tambahan-tambahan ini adalah hasil tindak lanjut tracing yang dilakukan dari pasien-pasien terkonfirmasi positif, seperti ibu hamil yang terkonfirmasi positif kemarin,” jelas dia.

Edy menambahkan, satu ibu hamil positif Covid-19 yang sempat dirujuk ke RSUD dr Moewardi Surakarta, kini juga telah sembuh. Selain itu, si ibu juga telah melahirkan bayinya.

“Alhamdulillah semuanya sehat. Si ibu sudah sembuh dan bayinya juga tidak positif. Tidak terjadi transmisi vertikal. Saat ini juga telah dipulangkan, tetapi tidak ke rumahnya di Slogohimo, saat ini di Jatisrono. Soalnya anggota keluarga di rumahnya ada yang masih positif,” beber dia.

Lebih lanjut, saat ini, masih ada 23 kasus aktif Covid-19 di Wonogiri. Edy merinci, sebanyak 13 orang menjalani karantina khusus atau isolasi mandiri dan 10 pasien lain dirawat di rumah sakit.

Selain itu, ada sembilan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sembuh pada Kamis (8/10). Hingga saat ini, secara kumulatif ada 246 orang dinyatakan sembuh. Namun, di hari yang sama kemarin, ada satu pasien positif Covid-19 asal kecamatan Girimarto meninggal dunia.

“Yang meninggal ini klaster perjalanan. Berdasarkan riwayatnya yang bersangkutan dari Jakarta,” kata dia.

Edy juga menuturkan, saat ini secara kumulatif ada 98 pasien suspek. Rinciannya, 81 orang sudah dinyatakan sembuh, 15 orang meninggal dunia, dan dua orang dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Sementara itu, secara kumulatif ada 960 orang yang melakukan kontak erat. Sebanyak 957 orang di antaranya selesai pementauan dan tiga orang lainnya masih dalam pantauan.

Mengingat banyaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang merupakan klaster perjalanan, Edy mengimbau agar masyarakat menghindari melakukan perjalanan ke daerah zona merah terlebih dahulu.

“Kalau benar-benar tidak urgen, jangan dulu lah. Kalau cuma mau membesuk teman atay keluarga, ditunda dulu saja. Kasus-kasus di sini kan didominasi klaster perjalanan,” tegas dia.

Selain itu, apabila ada teman ataupun saudara yang memiliki hajatan di daerah lain pun demikian. Menurut dia, doa restu dan ucapan selamat tak harus disampaikan secara langsung dengan tatap muka.

“Bisa video call atau telepon. Ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Edy.

Dia pun menuturkan, di Wonogiri hajatan dengan skala besar belum diperbolehkan. Pemkab mengizinkan warga yang menikah untuk melangsungkan ijab kabul dengan maksimal undangan 50 orang. (rs/ria/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI