Warga di Sukoharjo Gugat PDAM dan Bupati, Ajukan Ganti Rugi Rp 20 Miliar

Oktober 5, 2020
Belum ada gambar

SUKOHARJO, RAKYATJATENG – Warga Kragilan, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah menggugat direktur PDAM Tirta Makmur dan Bupati Sukoharjo. Mereka mengajukan ganti rugi Rp 20 miliar.

Dalihnya, selama setahun terakhir ini warga Kragilan mengalami kesulitan air bersih karena sumur warga kering akibat proyek sumur dalam PDAM.

Ahmad Bachrudin, kuasa hukum warga Kragilan mengatakan, dia bersama tujuh rekan advokat lainnya mendapatkan kuasa dari warga Kragilan untuk mengajukan gugatan class action.

“Gugatan class action kami sampaikan ke PN Sukoharjo pada 1 Oktober 2020, dengan bukti nomor 97/pdtG/2020/PN Skh. Kami ada delapan pengacara dan siap mendampingi warga Kragilan mendapatkan hak air bersih,” kata Ahmad Bachrudin ditemui di Kragilan.

Dalam materi gugatan tersebut, setidaknya ada dua pihak tergugat. Yakni direktur PDAM dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Setidaknya ada 31 alasan atau duduk perkara dalam materi gugatan itu.

Penggugat merupakan perwakilan warga RW 15 Kragilan. Terdiri dari 573 jiwa lebih atau lebih dari 161 kepala keluarga (KK). Sementara tergugat I adalah direktur PDAM dan tergugat II bupati Sukoharjo.

“Intinya, sejak ada proyek sumur dalam PDAM di Desa Kertonatan, Kartasura, sumur warga di Kragilan kering. Hal tersebut terjadi sejak 2019. Sampai saat ini warga sudah berusaha melakukan mediasi, tapi tidak pernah didengar. Bahkan kami meminta hearing dengan DPRD, juga belum terlaksana. Kami sudah menyurati gubernur dan kini kami gugat secara perdata,” kata Bachrudin.

Selain berdampak pada 161 KK, ada sekitar 84 anak-anak dan balita tidak bisa menikmati air bersih. Selain itu, ada 10 pengusaha mengalami penurunan produksi yang berimbas berkurangnya penghasilan. Karena dampak kekeringan dan hilangnya sumber air bersih inilah, akhirnya warga menuntut ganti rugi.

Komentar

VIDEO TERKINI