Polisi Ungkap Kasus Dugaan Perdagangan Manusia di Banyumas, Begini Modusnya

Oktober 3, 2020

PURWOKERTO, RAKYATJATENG – Petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus dugaan perdagangan manusia (human trafficking) dengan korban dua anak perempuan.

“Kasus ini terungkap berkat laporan dari orang tua salah satu korban berinisial L (14), warga Banyumas,” kata Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Whisnu Caraka melalui Kepala Satreskrim Ajun Komisaris Polisi Berry di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (3/10/2020).

Menurut dia, laporan tersebut dilakukan setelah mengetahui hasil pemeriksaan rumah sakit yang menyebutkan adanya benjolan di alat vital anaknya.

Ketika ditanya mengenai penyebab terjadinya benjolan itu, kata dia, L mengaku jika telah melakukan hubungan badan dengan seorang laki-laki di salah satu hotel melati karena memiliki utang kepada seorang perempuan berinisial IDR (19), juga warga Banyumas.

“Korban punya utang sebesar Rp600 ribu atas uang sewa sepeda motor milik IDR. Saat ditagih oleh IDR, korban mengaku tidak mempunyai uang dan meminta dicarikan pekerjaan,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Atas permintaan tersebut, kata dia, IDR mencarikan pekerjaan buat korban melalui seorang perempuan berinisial MY (21) hingga akhirnya L diminta untuk melakukan hubungan badan dengan seorang pria berinisial RSJ (70), warga Kota Bandung, yang berdomisili di Kabupaten Banyumas.

“Selain L, seorang warga lainnya berinisial MS (13) juga menjadi korban tiga pelaku tersebut,” kata Kasatreskrim.

Ia mengatakan kejadian yang dialami MS berawal dari kedatangan korban ke rumah IDR untuk meminta tolong dicarikan pekerjaan dan selanjutnya perempuan itu menghubungi MY.

Setelah bertemu dengan korban, MY selanjutnya memesan ojek daring dan memintanya untuk mengantarkan MS ke salah satu hotel melati di Purwokerto guna menemui RSJ yang sebelumnya telah melakukan pemesanan.

Komentar