Jadi Pemimpin, Kang Emil Selalu Teringat Nasihat Ibu

September 25, 2020

BANDUNG, RAKYATJATENG – “Kekuasaan ini hanya sementara,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam obrolan live Instagtam, Selasa (22/9/2020), bersama Syaikh Ali Jaber.

Obrolan yang mengangkat tema “Belajar Memaafkan” ini banyak memberikan pesan menyejukan selama 1 jam 14 menit perbincangan tersebut.

Tidak terkecuali bagaimana amanah kepemimpinan diwujudkan secara nyata oleh pria yang akrab disapa Kang Emil ini. Dalam bentuk dakwah Islam yang menyentuh semua aspek.

Mulai pemberdayaan ekonomi umat, memfasilitasi dialog ulama Jawa Barat dengan dunia Eropa, hingga cita-cita satu desa punya seorang penghafal Alquran.

Kang Emil mengungkapkan teringat nasihat ibunya. Bagaimana nanti saat di hari perhitungan (yaumul hisab).

“Allah tidak akan bertanya berapa jembatan dan taman yang sudah kamu bangun tetapi (yang Allah tanya) apakah masyarakatmu dalam rida Allah, atau tidak?,” ucap Kang Emil menirukan pertanyaan ibu.

Berangkat dari nasihat ibunda tercinta itulah, Kang Emil bersungguh-sungguh menggunakan kekuasaan yang ada padanya, demi kemaslahatan umat. Maka lahirlah program-program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bersifat religius.

Syaikh Ali Jaber yang mengikuti perjuangan Ridwan Kamil sejak menjadi Wali Kota Bandung, antusias mendengar ikhtiar Kang Emil dalam mewujudkan dakwah Islam yang bermanfaat.

Kepada Syaikh Ali Jaber, Kang Emil menyebutkan beberapa program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinannya. Seperti program Sadesa (satu desa satu penghafal Alquran).

“Di Jawa Barat ada 5.300 desa syaikh, cita-cita saya selama lima tahun memimpin Jabar, target tiap desa punya satu penghafal Qur’an,” katanya.

Kang Emil menyebutkan pihaknya telah memberi beasiswa kepada 1.600 anak desa, guna disebar ke pesantren tahfizh agar jadi penghafal Alquran.

Komentar