Hendi Undang 30 Sopir Angkot, Beri Bantuan Sembako

September 22, 2020
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Menyadari dalam situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terus berupaya untuk mengurangi dampaknya terhadap ekonomi masyarakat Kota Semarang.

Tidak hanya dari sisi medis, Hendi, panggilan akrab Wali kota, juga terus berupaya meminimalisir dampak perekonomian masyarakat di tengah pandemi saat ini. Tak terkecuali para sopir angkot di Kota Semarang.

Orang nomor satu di Kota Semarang tersebut mengundang 30 sopir angkot untuk diberikan bantuan berupa paket sembako di Balai Kota, Senin (21/9/2020).

Tidak hanya membagikan bantuan, Hendi juga mengedukasi sopir angkot tentang bahaya Covid-19. Memutus mata rantai persebaran virus Covid dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

Di hadapan para sopir angkot, Hendi ingin mereka mengetahui dan memahami tentang bahaya virus Covid-19. Diceritakannya, di seluruh dunia ada pandemi Covid-19. Ini barang yang tidak kelihatan, tetapi kalau terkena dan telat dalam penanganan, bisa meninggal. Sekarang yang meninggal di Semarang sudah 600-an.

“Orang yang positif 400-an, tetapi yang sembuh juga tinggi, yakni 5.800 orang,” ungkap Hendi.

Dengan memberikan gambaran tentang bahaya Covid, Hendi ingin para sopir angkot kemudian taat di dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi pesan saya, mau kerja silakan, tapi pakai masker dan harus tetap jaga kesehatan. Sepakat mboten? Pakai masker, itu wajib. Cuci tangan sering-sering, yang bisa menjaga diri Anda adalah Anda sendiri,” lanjut Hendi.

Di hadapan sopir angkot, Hendi juga menjelaskan bahwa meski dalam kondisi pandemi covid yang menyerang Kota Semarang, Pemerintah tidak mengambil kebijakan lockdown. Alasannya karena Hendi ingin masyarakat termasuk para sopir angkot tidak kehilangan pendapatan akibat kebijakan Lockdown.

Sebagai gantinya, Hendi ingin seluruh masyarakat tegas menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya menjaga Kota Semarang.

“Semarang tidak ada lockdown, atau PSBB. Saya ingin panjenengan tetap masih bisa bekerja. Tetapi mari kita jaga kota ini bersama-sama, sepakat nggih?” tuturnya. (Sen)

Komentar

VIDEO TERKINI