Ketoprak Pentas Lagi usai Libur karena Pandemi, Penonton Dibatasi hanya Satu Desa

September 20, 2020
Belum ada gambar

”Langkah yang punya kerja minta izin dari desa. Menunjukan tidak ada yang terpapar. Lalu untuk hari H pelaksanaan yang punya kerja siap laksanakan prokes,” katanya.

Pentas itu bersifat tertutup. Hanya untuk lokal warga sekitar dan keluarga. Diberi pengaman, jaga jarak, masker, dan cuci tangan. Untuk ketua rombongan cek kesehatan. Ini berlaku tujuh hari. Satu tim 80 orang. Cek kesehatan mandiri.

Satu orang sampai Rp 15 sampai 20 ribu. Sebelum tampil harus pakai masker. Saling jaga jarak. Di dalamnya juga terus diselipkan pesan. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ikut terjun langsung memonitor jalannya acara.

Ravendra, salah satu penonton mengaku rela melekan untuk bisa menyaksikan pementasan ketoprak khususnya malam hari. Utamanya perang-perangan yang dinantikan. Seru. Melihat skill para pemain yang masih muda-muda.

”Tertarik kalau pas perang-perangan. Khususnya yang anak kecil. Lincah bisa koprol berkali-kali. Disamping dagelannya mengocok perut,” apresiasinya. (ks/noe/lid/top/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI