Ketoprak Pentas Lagi usai Libur karena Pandemi, Penonton Dibatasi hanya Satu Desa

September 20, 2020

REMBANG, RAKYATJATENG – Ratusan warga duduk bersila. Melihat pentas ketoprak di Desa Bancang, Kecamatan Sale, Rembang, Jawa Tengah. Tak jarang, para penonton tertawa karena polah pemain ketoprak. Pentas itu menjadi hiburan setelah libur karena pandemi.

Suara tiga penari diselingi orjen menggema. Saat microphone diarahkan depan mulut masker dilepas. Begitu microphone ditaruh, masker dipakai lagi. Warga yang menyaksikan juga diberi kesempatan tampil. Sebagai bintang tamu. Dipandu MC Gendhon yang juga pimpinan ketoprak.

Pementasan perdana itu sekaligus simulasi menuju new normal. Keran secara perlahan dibuka. Rekomendasi menyelenggarakan hiburan diberi lampu hijau. Dengan catatan berada di zona hijau, penuhi protokol kesehatan (prokes), dan jaminan kesehatan pemainnya.

Sang MC tak henti-hentinya menyuarakan prokes. Diminta jaga jarak, pakai masker. Butuh komitmen bersama untuk suksesnya acara selanjutnya. Hingga akhirnya pementasan ketoprak lakon Damar Wulan Ratu dimulai.

Para pemain ketoprak yang tergabung grup Wahyu Mustiko mulai keluar. Diawali para penari. Jumlahnya enam orang. Menggunakan baju warna biru, sampur merah, dan jarik putih kombinasi hitam. Jemari tanganya begitu lentik mengikuti alunan gamelan.

Setelah itu para pemain inti keluar. Memainkan ketokohan masing-masing. Ada prajurit, raja, dan ratu di suatu negara. Di tengahnya diselingi perang. Ini yang dinanti-nantikan penonton. Tanpa beranjak mereka serius mengamati gerakan lincah pemain.

Tidak hanya orang tua. Baik remaja dan anak-anak tampak senang. Begitu penasaranya di depan panggung dipenuhi penonton. Apalagi saat anak yang punya hajat diajak naik panggung. Dinaikkan properti gajah. Seakan-akan mengenang masa lampau.

PEMBUKA: Selain pemain ketoprak, pentas tersebut juga melibatkan seniman lain seperti penari yang membuka acara. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Sugiarto atau yang lebih dikenal Gendhon, ketua rombongan Wahyu Mustiko menerangkan, pementasan ketoprak yang digelar beberapa waktu lalu itu masih simulasi. Beberapa aturan melekat di dalamnya. Dijalankan setelah perbup tentang pentas turun.

Komentar