Jelang Kampanye Pilwalkot Semarang, Generasi Milenial Deklarasi Menolak Hoax

September 20, 2020
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Paska penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan menghadapi kampanye pada 26 September – 5 Desember 2020 mendatang, Panwaslu Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, gencar melakukan sosialisasi. Sasarannya Karang Taruna dan organisasi masyarakat se-Kecamatan Semarang Selatan. Hal ini dalam upaya peran aktif generasi milenial dalam pengawasan partisipatif melalui media sosial.

Salah satunya dengan melakukan sosialisasi pengawasan partisipasif yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Semarang Selatan, Minggu (20/9/2020). Tujuannya untuk menangkal adanya kampanye hitam dan hoax di media sosial menjelang masa kampanye Pilwalkot Semarang.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin mengatakan, peran kaum milenial sangat strategis dalam melakukan partisipasi di Pilwakot 2020 ini.

“Untuk itu, masyarakat Semarang Selatan khususnya organisasi kepemudaan (Karang Taruna) dan semua pihak kami harap ikut berperan aktif dan berpartisipasi dalam pengawasan tahapan Pilwakot mendatang, khususnya mengantisipasi hoax dalam konteks Pilkada,” ujarnya.

Muhammad Amin berharap generasi milenial dapat dengan bijak dalam bermedia sosial dan tidak sungkan untuk melaporkan pada Bawaslu dan jajarannya.

“Pengawasan merupakan tanggung jawab bersama, mari kita amati bersama potensi-potensi kecurangan dalam pemilihan. Sekali lagi jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan pada Bawaslu dan jajaran kami,” katanya.

Jelang tahapan penetapan bakal pasangan calon, Bawaslu dan jajarannya telah berkomitmen untuk terus menggencarkan sosialisasi pencegahan berita hoax. Salah satunya dengan membentuk Pengawas Partisipatif diantaranya dari alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang tersebar di Kota Semarang yang diharapkan menjadi awal bagi Bawaslu untuk mengajak masyarakat khususnya generasi muda sebagai pengawas partisipatif pada Pilkada Serentak 2020.

“Peran kaum muda bisa saja membantu dalam penegakan disiplin dalam mematuhi protokol Covid-19 melalui media sosial masing-masing,” kata Amin.

Komentar

VIDEO TERKINI