Jaringan Kabel Listrik dan Komunikasi di Kota Semarang Ditanam dalam Tanah

September 17, 2020
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pemkot Semarang berupaya untuk merealisasikan penataan estetika kota, termasuk mulai menghilangkan jaringan kabel melintang di tengah kota.

Hal itu ditandai dengan groundbreaking pembangunan prasarana pasif telekomunikasi atau ducting, dan pengoperasian mesin HDD (Horizontal Directional Drilling) oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di bundaran Tugu Muda Semarang, Rabu (16/9/2020).

Melalui proyek pembangunan ini, maka jaringan kabel listrik dan komunikasi yang selama ini terpasang di atas tanah (udara), akan dipindahkan ke dalam tanah.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi menuturkan, di samping sebagai upaya untuk membebaskan kota dari kesemrawutan kabel di udara, juga sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota yang dipimpinnya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

”Ini merupakan bentuk pelayanan kami kepada masyarakat, sekaligus menata infrastruktur kota menjadi lebih baik estetikanya karena tidak ada lagi kabel yang semrawut,” terang Hendi.

Dia menjelaskan, pembiayaan proyek pembangunan tempat fiber optik bawah tanah tersebut tidak menggunakan APBD. Pembangunan ini sifatnya investasi. Dalam hal ini Pemkot Semarang menggandeng salah satu investor, PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo).

Sebelum proyek pembangunan ini dimulai, Pemkot Semarang telah melakukan MoU pada 31 Januari 2020 dengan PT Bumi Pandanaran Sejahtera (BPS) dan PT Moratelindo.

Ada Kerja Sama Operasional (KSO) BPS-Moratelindo dengan Pemkot Semarang terkait penyediaan pelayanan publik atas infrastruktur pasif telekomunikasi saluran kabel serat optik bawah tanah di Kota Semarang.

”Semula proyek pembangunan ducting ini akan dilakukan sepanjang lebih dari 500 kilometer di 362 ruas jalan. Tetapi karena situasi pandemi menjadi 35 km dan akan kami prioritaskan di wilayah segitiga emas, yaitu Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, kawasan Simpanglima dan Gajahmada,” lanjut Hendi.

Komentar

VIDEO TERKINI