Balon Bupati Wonogiri Tak Ngoyo Rebut Suara Kaum Boro

September 17, 2020

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 838.732. Angka tersebut termasuk kaum boro (perantau). Suara mereka cukup berpengaruh menentukan kemenangan pasangan calon (paslon).

Namun, karena situasi pandemi, tim pemenangan Joko Sutopo-Setyo Sukarno (Josss) serta Hartanto-Joko Purnomo (Harjo) tidak terlalu ngoyo berebut suara kaum boro.

Ketua tim pemenangan Koalisi Wonogiri Sukses Sriyono tak memungkiri potensi suara dari kaum boro demi kemenangan Josss. Namun, mengingat pilkada digelar masih dalam situasi pandemi, yang harus diutamakan adalah kesehatan bersama.

Palagi, kata politisi PDIP itu, publik sudah bisa menilai kinerja petahana dalam membangun Wonogiri.

“Nanti yang kami sosialisasikan apa yang sudah diperjuangkan dan apa yang akan diperjuangkan. Masyarakat bisa mengerti, Wonogiri dulu begini, sekarang seperti ini, dan besok begini. Jadi rakyat kami ajak bergerak aktif. Salah satunya bergerak ke TPS (tempat pemungutan suara),” urainya.

Dengan begitu, lanjut Sriyono, masyarakat tidak dijadikan objek, tapi subjek. Semisal ada kekurangan yang dimiliki petahana, pihaknya mengajak untuk bersama-sama membenahi. “Mohon maaf, tidak ada pemimpin yang sempurna. Pasti ada kekurangan itu wajar,” terangnya.

Terpisah, bakal calon bupati Hartanto menerangkan, meski kaum boro berpotensi besar mendongkrak perolehan suara, tapi kondisi pandemi sangat berisiko. “Kalau mau pulang, ya silakan mencoblos. Kalau tidak pulang karena suatu hal (wabah Covid-19), tidak usah dipaksakan, kan begitu,” ungkapnya.

Yang Hartanto harapkan, Pilkada 9 Desember terlaksana aman, tenteram, dan nyaman. Dengan begitu, pilkada menghasilkan pemimpin yang terbaik.

“Tidak pilih kasih, tidak ada intimidasi, itu yang namanya pemimpin yang diridai Allah. Dengan begitu, bisa mengelola pemerintahan dengan baik,” tegasnya. (rs/ria/per/JPR/JPC)

Komentar