Makin Berumur Ada Risiko Tak Sanggup Lagi Makan Pedas

September 13, 2020

SEMARANG, RAKYATJATENG – Belum lama berselang ketika menyeruput mie pedas setiap minggu atau menyantap penganan dengan level pedas tingkat tinggi bahkan tidak mengganggu Anda –atau sistem pencernaan sedikit pun.

Namun, seiring bertambahnya usia, Anda bahkan mungkin harus mempertimbangkan kembali menyantap hidangan pedas jika tidak ingin langsung ke kamar mandi setelahnya.

Ini bukan semata perkara bibir, lidah, dan mulut yang merasa “tertendang” saat Anda makan sajian pedas.

Tetapi juga ada reseptor di seluruh saluran gastrointestinal (GI) yang dapat mendeteksi capsaicin, bahan kimia dalam cabai, paprika, dan berbagai bahan pedas, menciptakan sensasi terbakar, kata Dr. Andrew Ong, konsultan di Departemen Gastroenterologi & Hepatologi di Singapore General Hospital.

Inilah alasan Anda mungkin merasakan sakit perut, diare, dan sensasi panas di perut dan bahkan rasa seperti terbakar di anus sehari setelah makan malam dengan hidangan pedas.

Diare terjadi karena reseptor pendeteksi capsaicin juga ditemukan di usus kecil serta usus besar dan reseptor ini juga dapat merasakan sensasi seperti terbakar.

Sebagai mekanisme pertahanan, reseptor bekerja keras untuk mengeluarkan makanan pedas dari Anda dengan cepat.

Tetapi karena material limbah bergerak sangat cepat melalui usus besar, maka usus tidak ada cukup waktu untuk melakukan tugasnya yakni menyerap air dari limbah. Hasilnya, feses encer yang dikenal sebagai diare.

Alasan Diare Usai Makan Pedas

Orang berusia menengah lebih cenderung memulai pengobatan untuk penyakit kronis seperti kolesterol dan tekanan darah tinggi.

“Beberapa efek samping dari obat-obatan ini juga dapat mengiritasi saluran pencernaan dan membuat pasien lebih sensitif terhadap efek makanan pedas,” kata Ong seperti dilansir Channel News Asia.

Komentar