Klaten Perbolehkan Hajatan Pernikahan, tapi Tanpa Duduk

September 9, 2020

KLATEN, RAKYATJATENG – Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Jawa Tengah meminta perhelatan hajatan pernikahan yang digelar masyarakat dilakukan tanpa duduk. Hal itu untuk mencegah adanya interaksi antartamu undangan yang berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19.

“Kami sangat berharap untuk perhelatan hajatan dilakukan dengan tidak metode duduk. Jadi semuanya berdiri. Kalau duduk nanti interaksi terlalu lama,” jelas Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Setda Klaten itu meminta kepada wedding organizer (WO) untuk memberikan pemahaman kepada klien mereka agar hajatan digelar tanpa duduk. Mengingat kondisinya belum memungkinkan jika hajatan digelar secara duduk.

Ronny menjelaskan, dalam pekan ini masuk zona merah dengan angka reproduksi efektif 1,77. Artinya satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 bisa menularkan kepada dua orang. Maka dari itu, perlu menjadi perhatian semua pihak, termasuk para pelaku usaha di bidang pernikahan.

“Kita lihat wilayahnya, cenderung ke mana. Kalau ada hajatan masih ada yang positif, ya jangan dilakukan. Gugus tugas desa dan kecamatan tentunya tidak akan memberikan izin untuk mengadakan hajatan tersebut,” jelasnya.

Saat ini hajatan memang kembali diperbolehkan sejak terbitnya Surat Edaran (SE) Bupati Klaten Nomer 431/484/2020 tertanggal 11 Agustus 2020. Meski begitu warga yang akan menggelar hajatan perlu meminta izin kepada gugus tugas desa dan kecamatan. Sebab, gugus tugas tingkat desa dan kecamatanlah yang mengetahui kondisi sebenarnya di daerah setempat.

“Kalau nantinya ada WO yang melanggar, akan kami peringatkan dulu. Tapi ya itu kalau sampai ada klaster hajatan, akan kami stop terlebih dahulu. Bisa juga sampai pencabutan SE yang nantinya akan dievaluasi. Makanya itu harus hati-hati betul,” jelasnya.

Komentar